Institut Buddha Internasional Karmapa (KIBI) Cabang Bukti Nyata Karma Kagyu Di India

Institut Buddha Internasional Karmapa (KIBI) Cabang Bukti Nyata Karma Kagyu Di India – Mendirikan institut pembelajaran Buddhis adalah proyek Yang Mulia Gyalwa Karmapa ke-16 setelah meninggalkan Tibet. Karmapa ke-16 meninggal sebelum proyek selesai, dan Yang Mulia Kunzig Shamar Rinpoche ke-14 bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Sekarang, Institut dijalankan oleh Karmapa International Buddhist Society, sebuah badan amal di bawah naungan Thaye Dorje, Yang Mulia Gyalwa Karmapa ke-17. Institut Buddha Internasional Karmapa (KIBI) mengajarkan kursus akademik dalam filsafat dan sejarah Buddha, dan bahasa Tibet dan Sanskerta. Dalam kemitraan dengan Universitas Mewar, KIBI memberikan gelar dalam pendidikan tinggi bagi mereka yang menyelesaikan kursus yang lebih lama.

Instutusi Budhist Internasional Karmapa merupakan bukti sebuah hasil dari pemikiran inovatif Karmapa tentang pendidikan. Institusi yang terletak di India tepatnya di kota New Delhi ini merupakan institusi asrama yang berpadu dengan kurikulum sekolah resmi India. Pusat institusi memberikan materi pendidikan pada anak-anak miskin secara menyeluruh. Disaat yang sama pusat pendidikan ini juga memberdayakan siswa-siswanya untuk membuat pilihan mereka sendiri apakah akan menganut keyakinan Budha atau tidak. Institusi ini tidak membebankan siswa-siswanya untuk memeluk keyakinan ini melainkan memberikan kebebasan penuh pada setiap siswanya. Ajaran yang diberikan mengenai karma kagyu pada institusi ini berkaitan dengan jalan berlian, sebuah jalan yang mengajarkan mengenai kama baik dan karma buruk, meditasi budhis guna pengamalan dalam kehidupan sehari hari pada era kontemporer. Tempat yang tepat bagi orang yang baru mengenal agama Budha maupun yang baru mengenal aktifitas meditasi.

Latar belakang Institusi Budhis Internasional Karmapa adalah berdasarkan wawasan budis mendalam bahwa setiap masalah, setiap konflik adalah berasal dari kekurangan pemahaman manusia. Adanya pendidikan memberikan sebuah pencerahan, pemahaman yang lebih mendalam dan setiap masalah dan konflik dapat diatasi. Pada aliran karma kagyu pendidikan dipandang sebagai pengetahuan yang menawarkan belas kasih dan kebijaksanaan. Dengan menumbuhkan nilai-nilai dari rasa belas kasih dan kebijaksanaan, kekayaan batin akan menemukan kedamaian. Adanya pendidikan yang sehat menyeimbangkan berbagai jenis kekayaan batin dan kekayaan luar. Mendidik kekayaan luar berupa materi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia namun penekanan pada aspek pendidikan dunia membuat manusia lebih meterialistis jika tidak memelihara nilai nilai yang ada pada kekayaan batin. Karma kagyu mengajarkan nilai-nilai yang memperluas pandangan manusia melampaui anggapan dari diri sendiri dan masalah-masalah material duniawi. . Nilai-nilai non-material adalah kunci bagi perkembangan manusia yakni dengan mengembangkan kesadaran, pemahaman. Menurut pemimpin aliran karma kagyu yang dulunya seorang mantan pemain judi slot online profesional di situs mdsbet resmi dan terpercaya, mengatakan bahwa mempelajari ilmu pengetahuan pada institusi karma kagyu adalah investasi terbaik dalam hidup yang dapat di buat. Dalam istilah Buddhis, semakin manusia mengerti, semakin banyak manfaat dan manfaat bagi orang lain.

Inilah sebabnya Karma kagyu bekerja untuk mendukung proyek-proyek untuk mempromosikan literasi di India dan di seluruh dunia.

Perayaan Hari Waisyak Dipimpin Oleh Karmapa Di Hongkong
Ajaran Berita Informasi Media

Perayaan Hari Waisyak Dipimpin Oleh Karmapa Di Hongkong

Perayaan Hari Waisyak Dipimpin Oleh Karmapa Di Hongkong – Di dalam benua Asia, agama yang dianut sangat banyak, seperti Islam, Buddha, Hindu, Kristen dan Kong Hu Cu. Di setiap negara warganya bebas memeluk agama mereka sendiri. Agamanya juga mengajari kita sebagai manusia untuk berbuat baik dan positif serta menjauhi larangan. Setiap agama pasti memiliki tujuan baik bagi pemeluknya dan juga memiliki pedoman dari agamanya.

Dalam Buddhisme kita melakukan hal-hal yang baik dan positif, ini telah tercermin dalam ajaran kitab suci Buddha. Gyalwa Karmapa adalah seorang pendeta atau biksu yang memimpin pemujaan dalam agama Buddha. Selain itu, Karmapa ini juga memberikan pencerahan dan penjelasan bagi umat Buddha tersebut agar kita selalu dapat melakukan hal-hal yang baik dan positif. Gyalwa Karmapa atau juga dikenal sebagai Karmapa adalah pemimpin besar Buddhisme Karma Kagyu di Tibet. Karmapa atau Gyalwa Karmapa juga dikenal sebagai biksu. Biksu ini adalah seorang guru Buddha.

Filosofi ajaran agama Buddha kelahiran merupakan sebuah hal tentang masa lalu. Halini diungkapkan oleh persepsi dari Dabao Fawang. Ajaran ini mengungkapkan bahwasanya kematian, serta kelahiran merupakan sebuah keputusan yang mutlak. Dalam pidato Dabao Fawang ini mengungkapkan di hari suci Waisak Agama Buddha di Hongkong. Dalam pidato Dabao Fawang di Hongkong juga menjelaskan bahwasanya kelahiran merupakan ssuatu hal yang umum. Kelahiran ini merupakan sebuah perayaan dari kehidupan sebelumnya. Paham reinkarnasi menuturkan bahwasanya kematian dan kelahiran merupaka sesuatu dari ketiadaan. Agama ini juga percaya bahwasanya kematian dan kelahiran ini merupakan hal yang sama. Makna dari kalimat tersebut diibaratkan oleh Sidharta Gautama yang merupakan sosok Buddha yang luar biasa padahal dahulunya Ia merupakan seorang Pangeran yang biasa saja.

Hal ini dapat dimiliki oleh semua umat agama Buddha, tidak hanya Sidharta Gautama saja tapi seluruh umatnya yang meyakini hal ini yaitu penganut sekte karma Kagyu. Perayaan hari suci waisak agama Buddha ini tentunya dilalui dengan tradisi tradisi sesuai zaman dahulu yaitu tradisi tradisional. Pembacaan kitab suci Sutera, mendengarkan kitab suci Sutera, Meditasi (pemikiran rileks), berbelas kasih dengan Samadhi, serta dilakukannya hal hal positif bagi umatnya seperti melakukan amal serta tolong menolong dengan sesame serta orang yang membutuhkan.

Karma Kagyu Dabao Fawang

Pengikut empat aliran Budhisme ini setiap tahunnya juga mengadakan berbagai doa doa aspirasi atau biasa disebut dengan Doa Samantabharada. Aliran Budhisme di Tibet ini dilakukan setiap tahunnya agar umatnya senantiasa diberikan keberkaahan dan dihindarkan dari kesengsaraan. Hal ini dilakukan oleh ratusan murid murid penganut empat aliran Budhisme ini. Ritual atau perayaan ini merupakan hal yang sangat sacral dan suci menurut agama Buddha ini. Doa Aspirasi ini tentunya tidak sembarangan dilontarkan Kamarpa. Doa ini dibacakan sesuai kitan yang telah dianjurkan dan tersimpan di Kanjur. Doa ini berisi kata kata dan keinginan seorang manusia agar mendapatkan pencerahan, keberkahan, serta terhindarnya dari kesengsaraan. Dalam pidato Karma Kagyu Dabao Fawang juga menjelaskan bahwasanya kekuatan doa yang dilakukan oleh ratusan orang ini memiliki tingkat kekuatan doa yang tinggi. Bagi anda yang ingin melihat dan mendengarkan khotbah dari Dabao Fawang, bisa mengaksesnya langsung di https://multibet88.online.

Karma Kagyu Yang Wajib Diketahui Di Seluruh Asia
Ajaran Berita Informasi Link Media

Karma Kagyu Yang Wajib Diketahui Di Seluruh Asia

Karma Kagyu Yang Wajib Diketahui Di Seluruh Asia – Di benua Asia, agama sangat beragam, baik itu Islam, Budha, Hindu, Kristen, dan Konghucu. Di setiap negara warganya bebas memeluk agama mereka sendiri. Agamanya juga mengajari kita sebagai manusia untuk berbuat baik dan positif serta menjauhi larangannya. Setiap agama pasti memiliki tujuan baik bagi pemeluknya dan juga memiliki pedoman dari agamanya.

Dalam agama Buddha kita melakukan hal-hal yang baik dan positif, ini sudah tercermin dalam praktik kitab suci Buddha. Gyalwa Karmapa adalah seorang pendeta atau biksu yang memimpin pemujaan dalam agama Buddha. Selain itu Karmapa ini juga memberikan pencerahan dan penjelasan bagi umat Buddha ini agar kita senantiasa melakukan hal-hal yang baik dan positif. Gyalwa Karmapa atau juga dikenal sebagai Karmapa adalah pemimpin besar Karma Kagyu dalam Buddhisme di Tibet. Karmapa atau Gyalwa Karmapa juga dikenal sebagai biksu. Biksu ini adalah seorang guru agama Buddha.

Kamtsang atau biasa juga disebut dengan karma Kagyu merupakan salah satu mazhab besar yang ada di Agama Buddha di Tibet. Mahzab besar ini mengajarkan karma Kagyu Agama Buddha di Tibet. Kagyu merupakan sebuah kitab suci agama Buddha yang dianutnya. Kitab suci ini yaitu kitab suci Sidharta Gautama. Makna dari kitab ini yaitu kata kata yang terdapat di dalam sebuah kitab suci Sidharta Gautama ini memiliki wawasan dari guru guru terdahulu serta kitab suci ini merupakan arti harfiah yang memiliki garis keturunan. Makna ini merupakan kata kata yang berada di kitab suci Sidharta Gautama yang di awali dengan terbentuknya kitab ini. Perilaku perilaku yang diajarkan terjadi secara turun menurun melalui mulut dan telinga serta tak lupa harus dipraktekkan.

Agama Buddha di Asian ini menyebar dengan luas, sehingga di Asia tak heran banyak pendidikan yang mengajarkan agama ini mengingat agama merupakan sebuah pondasi sesorang selama hidupnya. Pendidikan agama Buddha di Asia ini ditujukan agar manusia senantiasa dalam lindungan dan mempunyai tujuan hidup yang berkualitas bagi masyarakatnya. Pendidikan yang diajarkan juga bersifat formal, informal, dan non formal.

Di Indonesia agama Buddha memiliki organisasinya tersendiri. Hal ini bertujuan untuk mengkoordinasi seluruh umat yang beragama Budhha dalam satu kepemimpinan. Lembaga maupun organisasi ini merupakan tempat atau wadah umat Buddha. Tidak hanya agama Buddha ini yang mempunyai lembaga, melainkan di Indonesia dari masing masing agamanya memiliki organisasi. Hal ini ada dikarenakan negara Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki beragam agama. Semua lembaga ini bersatu agar tidak terjadinya kesalah pahaman antar agama. Lembaga ini juga bertujuan agar para umatnya tidak bentrok satu sama lain.

Di Jepang agama Budhha juga memiliki kenaungannya tersendiri, karena masyarakat di Jepang juga menganut agama Buddha ini. Para lembaga di jepang ini bekerja dengan secara sukarela, para anggotanya berbagi tanggung jawab dalam melakukan meditasi, mengajarkan agama Buddha, dan memberikan penjelasan mengenai pertanyaan yang diberikan umat Buddha. Tentunya penjelasan yang dibuat ini sesuai dengan kitab agama Buddha yang dianutnya. Meditasi ini bertujuan agar masyarakat agama Buddha yang mengalami kesulitan dapat menenangkan pikirannya dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta. Meditasi ini dilakukan agar dirinya menjadi lebih berkualitas dan memiliki rasa sabar.

Ajaran Berita Informasi Media

Ajaran Kemoralan Dalam Karma Kagyu Institut Agama Budha Asia

Ajaran Kemoralan Dalam Karma Kagyu Institut Agama Budha Asia – Masyarakat Asia merupakan salah satu masyarakat yang banyak memeluk agama di dunia. Penyebaran agama di kawasan Asia sendiri cukup beragam. Ada beberapa agama yang banyak dianut oleh masyarakat Asia seperti Islam, Buddha, Kristen, Hindu Konghucu, atau bahkan kepercayaan lainnya. Dalam memeluk suatu agama mereka berusaha untuk menjauhi larangan serta melaksanakan kewajiban dari ketentuan agama masing-masing.
Di kawasan Asia sendiri, Budha merupakan salah satu agama yang menduduki urutan nomor 4 sebagai agama terbesar di Asia. Pemeluk agama Buddha tersebar di beberapa negara di kawasan Asia. Bagi pemeluk agama Budha mereka menggunakan Sang Buddha yang merupakan pedoman hidup bagi para pemeluknya. Penerapan doktrin juga di lakukan oleh para pemeluk agama Buddha dengan tujuannya mereka dapat hidup lebih baik di dunia ini.

Dalam agama Buddha ada sebutan Gyalwa Karmapa yang merupakan seorang pimpinan spiritual Karma Kagyu. Sedangkan Karma Kagyu sendiri merupakan sebuah institusi agama Buddha Di Asia. Institut Agama Buddha Ini pertama kali dikenalkan di Tibet. Bagi para pemeluk Buddha mereka diwajibkan untuk berusaha menjalankan kehidupan baik di dunia. Karma Kagyu yang merupakan institusi agama Buddha di kawasan Asia sendiri memiliki prinsip hukum tersendiri yang mengharuskan para pemeluk agama Buddha menerapkannya.

Dalam ajaran Buddha sendiri prinsip hukum mengenai Karma Kagyu sama seperti dengan sebab dan akibat. Bagi masyarakat umum karma sendiri memiliki artian sebagai suatu bentuk timbal balik dari perbuatan yang tidak baik atau tercela. Namun dalam sisi Karma Kagyu yang merupakan Institut Agama Buddha yang ada di kawasan Asia mengartikan bahwa karma sendiri memiliki makna yang universal. Oleh karena itu tidak berarti bahwa karma akan diterima dalam bentuk yang buruk.

Para pemeluk agama Buddha meyakini bahwa apa yang mereka dapatkan nanti sesuai dengan apa yang mereka perbuat. Mereka akan mendapatkan karma baik ataupun karma buruk. Mereka yang melakukan hal-hal baik tentunya akan mendapatkan karma baik kedepannya. Sedangkan mereka yang melakukan perbuatan tercela nantinya akan mendapatkan hukuman berupa karma buruk. Secara keseluruhan Karma Kagyu sendiri mengajarkan bahwa pemeluk agama Buddha harus bisa mengenal adanya batasan perilaku yang mereka perbuat selama mereka masih hidup di dunia ini. Mereka akan berusaha melakukan perbuatan yang baik dan bisa mendapatkan karma baik.

Ajaran yang disampaikan dalam Karma Kagyu sendiri merupakan ajaran yang berisikan moralitas untuk para pemeluk agama Budha. Bertujuan baik untuk dapat menuntun manusia menjalani hidup yang lebih baik dengan merasakan kebahagiaan ketika masih hidup di dunia. Dalam agama Buddha sendiri setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing untuk dapat menghindari kemalangan. Hal tersebut ditujukan untuk mendapatkan suatu pembebasan.

Untuk dapat melakukan hal baik tentunya umat Buddha ini diajarkan untuk melakukan usaha serta pemahaman langkah-langkah apa yang bisa mereka lakukan untuk mencapai tujuan. Para penganut agama Buddha diajarkan untuk memilih Jalan Mulia dengan unsur delapan. Dalam agama Buddha juga dikenal dengan istilah unsur sila atau yang disebut dengan kemoralan, kemudian panna atau yang disebut dengan kebijaksanaan, serta samadhi atau yang disebut dengan konsentrasi.

Lima sila merupakan sebuah ajaran yang digunakan oleh para penganut agama Buddha mengenai kemolalan. Kemoralan yang dijunjung tinggi oleh para penganut agama Buddha sendiri berkaitan dengan menyucikan pikiran, menghindari tindakan kejahatan, dan melakukan hal-hal baik yang lainnya. Kejahatan yang dimaksud seperti contohnya yaitu membunuh makhluk hidup, mencuri, melakukan berbagai macam perbuatan asusila, atau melakukan kebohongan. Selain itu dalam agama Buddha juga diajarkan untuk berusaha menghindari makanan dan minuman yang dapat membuat kehilangan kesadaran dan ketagihan seperti contohnya mabuk ataupun bermain judi online terus menerus di http://104.145.231.244 tanpa henti.

3 Cara Menghapus Kesengsaraan Menurut Karma Kagyu
Ajaran Berita Informasi Media

3 Cara Menghapus Kesengsaraan Menurut Karma Kagyu

3 Cara Menghapus Kesengsaraan Menurut Karma Kagyu – Kamtsang atau biasa juga disebut dengan karma Kagyu merupakan salah satu mazhab besar yang ada di Agama Buddha di Tibet. Mahzab besar ini mengajarkan karma Kagyu Agama Buddha di Tibet. Gyalwa Karmapa atau biasa juga disebut dengan Karmapa merupakan pemimpin besar dari Karma Kagyu di Agama Buddha di Tibet ini. Karmapa atau Gyalwa Karmapa biasa juga dikenal dengan biksu. Biksu ini merupakan guru dari agama Buddha.

Di dalam benua Asia agama agama sangatlah beranekaragam, baik itu agama Islam, Buddha, Hindu, Kristen, dan Konghucu. Di setiap negara warganya dibebaskan dalam memeluk agamanya sendiri. Agama yang dianutnya juga mengajarkan kita sebagai manusia untuk melakukan hal hal yang baik serta positif dan menjauhkan larangannya. Setiap agama pasti mempunyai tujuan yang baik untuk pemeluknya dan juga memiliki pedoman dari agamanya.

Dalam agama Buddha kita melakukan hal hal yang baik serta positif itu sudah tertera dalam praktik kitab Buddha. Gyalwa Karmapa merupakan biksu ataupun imam besar yang memimpin ibadah di agama Buddha ini selain itu Karmapa ini juga memberikan pencerahan serta penjelasan bagi umat yang beragama Buddha ini agar kita selalu melakukan hal hal yang baik dan positif.

Para pemeluk ajaran agama Buddha ini juga harus mengetahui Dukka kebenaran mulia ajaran agama Buddha. Dukka menceritakan dan menjelaskan bahwasanya terdapat 5 jenis penderitaan yang dialami manusia dalam Ia hidup. Dari masa kelahiran, umur yang tua, serta kematian, dijauhkan dan dipisahkan dengan orang orang tersayang, dan juga cita cita atau suatu hal yang tidak dapat bisa kita raih. Di agama Buddha ini menjelaskan penderitaan yang dialami manusia ada sebabnya.

Penderitaan ini disebabkan nafsu manusia terhadap sesuatu. Nafsu merupakan sebuah candu yang dialami manusia serta nafsu ini jika kita teruskan tidak terdapat ujungnya. Hal ini memang tentunya sifat yang dialami manusianya itu sendiri. Sebagai manusia kita harus bisa mengendalikan diri kita terhadap nafsu yang kita punya. Tidak hanya agama Buddha melainkan seluruh agama mengajarkan bahwa kita harus mengendalikan diri kita. Sesuatu hal yang berlebihan tentunya akan berakibat buruk terhadap diri kita dan lingkungan.

Pemadaman atau biasa kita sebut dengan Nirodha merupakan jalan kebenaran dari agama Buddha ini. Pemadaman ini merupakan pemadamn atas kesengsaraan yang dialami manusia selama masa hidupnya. Kesengsaraan ini dapat dihapuskan dan dihilangkan dengan cara menghapus keinginan yang sempurna. Menghapusnya keinginan ini dengan sempurna membuat kesengsaraan manusia menghilang dari hidupnya, hal ini menurut kepercayaan agama Buddha itu sendiri. Penderitaan atau kesengsaraan akan hilang juga dengan cara kita harus melakukan hal hal yang baik dan positif kesesama manusia di muka bumi ini.

3 Cara Menghapus Kesengsaraan Menurut Karma Kagyu

Jalan pelepasan atau marga merupakan jalan kebenaran bagi agama Buddha dan penganutnya. Jalan ini harus dilalui dan ditempuh manusia selama masa hidupnya. Jalan ini juga merupakan salah satu cara yang dijelaskan dalam menghapus dan menghilangkan kesengsaraan manusia.

Menghapus atau menghilangkan kesengsaraan manusia dapat dijelaskan dalam agama Buddha. Penghapusan kesengsaraan ini dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama merupakan kebijakan yang terdiri dari pikiran besar atau samma ditthi dan samma sankappa. Kebijakan kedua yaitu sila yang terdiri dari samma kammanta (perbuatan benar). Kebijakan ini menganjurkan kita untuk berbuat baik, baik itu dalam perbuatan maupun ucapan. Perbuatan ini dapat menghapus dosa dosa yang telah manusia perbuat. Kebijakan ketiga yaitu konsentrasi benar.

Pidato Karmapa Dabao Fawang di Hari Waisyak Guru Institusi Karma Kagyu Hongkong
Ajaran Berita Informasi Media

Pidato Karmapa Dabao Fawang di Hari Waisyak Guru Institusi Karma Kagyu Hongkong

Pidato Karmapa Dabao Fawang di Hari Waisyak Guru Institusi Karma Kagyu Hongkong – New Horizon Budhist Center merupakan salah satu cabang intitusi karma kagyu yang berasal dari Tibet. Pada hari waisyak guru “Diamond way” Dabao Fawang menyampaikan pesan pada para pengikutnya mengenai hari kelahiran. Dabao Fawang menyampaikan bahwa berdasarkan persepsi atau filosofi ajaran Buddha menyangkut kelahiran adalah hal tentang masa lalu. Secara keseluruhan baik masa lalu, masa sekarang maupun masa depan tidak melekat padanya sebuah kelahiran maupun kematian. Agama buddha tidak memandang sebuah kelahiran ataupun kematian adalah hal yang absolut. Secara relatif ada penampilan dari kelahiran namun kelahiran merupakan sesuatu yang hampir tidak ada melainkan hanya sebagai sebuah alasan dari perayaan. Adanya paham reinkarnasi membuat bahwa kematian dan kelahiran adalah sesuatu dari ketiadaan. Berkaitan dengan hal tersebut sama halnya dengan kelahiran dan kematian dari Shidarta Buddha Gautama yang tadinya hanya seorang pangeran menjadi sosok yang luar biasa yakni sosok Budha.

Penganut sekte karma kagyu memandang bahwa kemungkinan yang dialami oleh buddha dapat menimpa siapa saja. Oleh sebab itu perayaan Waisak hanya melakukan ritual-ritual tradisional seperti pembacaan dan mendengarkan kitab Sutera, meditasi, berbelas kasih melalui samadhi, dan selain itu, juga ada kegiatan amal yang dilakukan oleh para anggota agenbola108.cc yang menyumbangkan banyak barang & uang untuk membantu orang yang sedang membutuhkan atau kesusahan. Selain kegiatan itu, pada bulan Desember atau Januari setiap tahunnya. Pengikut empat aliran Budhisme Tibet berkumpul untuk berbagi doa aspirasi di tempat-tempat suci bagi umat buddha. Kegiatan ini merupakan bagian dari ritual tahunan yang selalu dilakukan oleh ratusan murid yang terdiri dari empat aliran Budhisme yang berasal dari tibet. Ini adalah salah satu peristiwa paling penting dalam kalender Buddha. Sejak tahun 1996, kegiatan doa bersama tersebut adalah sebuah pembacaan doa aspirasi yang disebut sebagai “Doa Samantabhadra”.

Doa Samanthabadra merupakan kumpulan dari berbagai kata-kata sang Buddha yang tersimpan di Kanjur. Doa ini berisi seputar keinginan Altruistis yang sangat tini bahwa seorang manusia mencapai pencerahan pada tingkat tertinggi untuk memimpin seluruh mahluk menuju pencerahan kebenaran. Berdasarkan apa yang disampaikan oleh guru ajaran karma kagyu kegiatan membaca doa bersama-sama pada tempat-tempat suci membuat kekuatan doa meningkat seratus ribu kali atau bahkan lebih. Pembacaan doa mampu memberikan konstribusi secara signifikan pada kesejahteraan dan perkembangan spiritual bagi seluruh makhluk hidup dan membantu bagi setiap manusia untuk mencapai pencerahan. Tempat dimana memiliki kesucian tertinggi adalah Bodhi Gaya. Tempat ini merupakan tempat dimana Siddharta Buddha Gautama mencapai pencerahan dan merupakan situs ziarah utama bagi umat budha dari seluruh aliran. Oleh sebab itu banyak kegiatan yang dilakukan di tempat ini pada khususnya adalah kegiatan sakral seperti doa bersama bagi murid dan guru penganut aliran karma kagyu.

Materi Sejarah Institusi Karma Kagyu Di Seluruh Asia Yang Wajib Diketahui
Berita Informasi Media

Materi Sejarah Institusi Karma Kagyu Di Seluruh Asia Yang Wajib Diketahui

Materi Sejarah Institusi Karma Kagyu Di Seluruh Asia Yang Wajib Diketahui – Istilah “Kagyu” secara bahasa bermula dari Suku kata pertama yaitu “Ka” yang berarti Kitab suci Sidharta Buddha Gautama, selain itu juga berarti sebuah instruksi lisan dari seorang guru. Kata “Ka” secara harfiah memiliki arti baik makna yang tercerahkan yang disampaikan oleh kata-kata guru, maupun kekuatan yang dibawa oleh kata-kata berupa wawasan. Sedangkan suku kata yang kedua adalah “gyu” yang berarti berarti garis keturunan atau tradisi. Jika kedua suku kata di satukan maka, suku kata ini berarti “garis keturunan dari instruksi lisan.” Berikut ini adalah sinopsis singkat dari silsilah Kagyu tentang beberapa orang pendiri besar yang membangun tradisi kuno dan mengajarkannya dari “mulut ke telinga” hingga berabad-abad lamanya. Silsilah Kagyu melacak asal-usulnya kembali ke sejarah yaitu Buddha, Shakyamuni melalui Marpa, penerjemah dan yogi hebat, yang membawa silsilah yang tak terputus dari India ke Tibet. Sumber informasi sejarah bermula dari seorang yang bernama Marpha sang penerjemah berikut merupakan silsilah kagyu dari para pendahulu yang berperngaruh terhadap Karma Kagyu hingga sekarang.

– TILOPA DAN NAROPA
Marpa menerima silsilah ajaran tantra yang disebut Empat Transmisi Khusus (bk’a-babs-bzhi): para yoga dari 1) tubuh ilusif dan pemindahan kesadaran, 2) mimpi, 3) luminositas, dan 4) keuatan alam . Naropa memperoleh ajaran-ajaran ini langsung dari Tilopa (988-1069), yang kemudian menerimanya dari dua sumber asli, yang disebut garis keturunan langsung dan tidak langsung. Silsilah langsung dan sumber asli dari ajaran ini adalah Buddha Vajradhara. Tilopa dan Naropa adalah beberapa panditas, cendekiawan, dan siddha terhebat, orang suci ulung, dari Nalanda, universitas Buddhis terkenal di India kuno.

– MILAREPA
Marpa membawa garis silsilah ini ke Tibet, meneruskannya kepada murid utamanya dan para pemegang garis silsilah, Milarepa (1040-1123), yogi tantra Tibet yang paling terkenal dan berprestasi, yang mencapai pencerahan dalam satu masa kehidupan. Milarepa memegang silsilah dan tradisi Silsilah Latihan. Beberapa siswa hebat Marpa lainnya adalah Ngog Choku Dorjey, Tsurton Wangey, dan Meton Chenpo, yang memegang tradisi Marpa tentang Silsilah Pengajaran. Inilah bagaimana dua sistem hebat dari garis silsilah latihan dan silsilah pengajaran didirikan dalam silsilah Kagyu.

– GAMPOPA
Master agung Gampopa (1084-1161), juga dikenal sebagai Dakpo Lhaje, dan Rechungpa (1084-1161) adalah murid-murid utama Milarepa. Gampopa dinubuatkan dalam sutra oleh Buddha. Dia memelopori membangun kerangka silsilah dengan menyatukan silsilah Mahamudra Milarepa dengan tahapan tradisi jalur silsilah Kadampa. Silsilah dan tradisi ini dikenal sebagai Dhakpo Kagyu. Gampopa memiliki 3 murid utama yaitu sebagai berikut ini:Saltong Shogom, Düsum Khyenpa dan Phakmo Drupa. Düsum Khyenpa (1110-1193), juga dikenal sebagai Khampa Usey (secara harfiah, “Khampa berambut putih”). Gampopa dikenal sebagai Karmapa Pertama yang mendirikan garis keturunan Karma Kagyu

Pendidikan Ajaran Agama Buddha juga Berperan Penting pada Intitusi Indonesia
Ajaran Berita Informasi Media

Pendidikan Ajaran Agama Buddha juga Berperan Penting pada Intitusi Indonesia

Hukum karma dalam ajaran agama Buddha merupakan ajaran yang dalam dan rumit. Untuk memahami ajaran hukum karma menurut agama Buddha ini dibutuhkan suatu uraian yang terperinci. Karena secara umum sendiri karma adalah suatu perbuatan. Hukum karma menurut umat Buddha adalah hukum sebab akibat, juga merupakan hukum moral. Dimana tidak mungkin ada suatu akibat tanpa adanya sebab yang dilakukan oleh sebuat perbuatan baik ataupun buruk. Oleh sebab inilah ajaran agama Buddha bisa masuk kesuatu wilayah kerajaan dengan damai.

Di Asia agama Buddha juga sudah menyebar luas, terutama di Indonesia. Beberapa pemain judi yang bermain game sbobet di agen sbobet terpercaya juga menganut ajaran agama buddha, namun banyak orang yang sangat menghormati agama ini. Hingga agama Buddha juga sudah dipertimbangkan oleh Peraturan Mentri Agama tentang pendidikan Keagamaan Buddha di Indonesia. Ini semua dilakukan dalam rangka membentuk masyarakat Buddha yang berkualitas. Selain itu, untuk membentuk masyarakat Buddha yang berkualitas dibutuhkan pendidikan Buddha secara formal, non formal hingga informal. Dengan ini anda bisa tahu bahwa ajaran agama Buddha juga berperan penting di dalam institusi pendidikan yang ada di Indonesia bagi sebagian masyarakat yang memeluk ajaran agama Buddha. Dan juga semua tentang aturan pelajaran tentang ajaran agama Buddha baik secara formal sampai non formal sudah ada di dalam Peraturan Mentri Agama Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Buddha.

Agama Buddha juga mempunyai perwakilan di Indonesia yaitu WALUBI atau bisa disebut dengan Perwakilan Umat Buddha Indonesia. Dimana perwakilan umat Buddha Indonesia ini terdiri atas Majelis-Majelis Agama Buddha, Lembaga Keagamaan Buddha sampai Wadah Kemasyarakatan yang memeluk agama Buddha. Organisasi ini didirikan tanggal 8 Mei 1978 di DKI Jakarta berdasarkan Konsensus Nasional Umat Buddha Indonesia dan untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya. Beberapa Majelis Buddha yang ada di dalam organisasi WALUBI antara lain, Majubuthi, MBI, PBN NSI, Majabumi TSI, YPSBDI dan masih ada yang lainnya. Organisasi ini juga memiliki kedudukan dan wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Belajar Meditasi di Jepang Melalui Institusi Karma Kagyu : Tokyo Diamond Way Buddhist Center
Uncategorized

Belajar Meditasi di Jepang Melalui Institusi Karma Kagyu : Tokyo Diamond Way Buddhist Center

Tokyo Diamond Way Buddhist Centre didirikan pada awal 1990-an atas nama Lama Ole Nydahl.Di antara banyak pusat Buddhis dari berbagai aliran yang aktif, ada lebih dari 600 pusat Budha Diamond Way yang berasal dari Silsilah Karma Kagyu yang telah dimulai oleh Lama Ole Nydahl. Kelompok-kelompok ini memiliki struktur dan fungsi demokratis melalui kerja sukarela tanpa bayaran berdasarkan idealisme dan persahabatan. Para anggota berbagi tanggung jawab untuk membimbing meditasi, menjawab pertanyaan dan meneruskan ajaran. Salah satu cabang institusi karma kagyu berada di Jepang. Pada institusi ini memberikan pelayanan berupa meditasi yang dapat diikuti oleh semua orang tanpa terkecuali dan tanpa mewajibkan pesertanya untuk membayar biaya apapun. Di Tibet, meditasi disebut gom. Ini secara harfiah berarti berlatih dan inilah sebenarnya yang dimaksud dengan meditasi Buddhis. Pengertian meditasi adalah mengenai tindakan seseorang dalam berlatih memenangkan pikiran dan bersandar pada kodratnya sendiri. Umat Buddha bekerja dengan dua jenis meditasi, meditasi menenangkan dan meditasi wawasan. Ini dapat berupa teknik khusus yang dapat dipraktikkan secara terpisah atau mereka dapat digabungkan ke dalam praktik yang sama. Lama Ole Nydahl menyebutkan bahwa “Meditasi adalah hadiah pikiran untuk dirinya sendiri.”

Jalan Berlian sebagai salah satu alternatif ajaran agama budha aliran karma kagyu membuka metode Buddha yang paling terampil ke dunia modern. Menggunakannya sebagai alternatif bagi orang yang belajar untuk memahami dunia dari sudut pandang yang kaya dan kebebasan. Meditasi mengembangkan kekayaan batiniah yang dalam dan menuntun pada non-pemalsuan dan pikiran yang tak tergoyahkan. Mereka membantu kita menemukan dan akhirnya membuka semua kualitas tercerahkan manusia untuk kepentingan semua makhluk. Untuk memulai meditasi, pertama-tama adalah dengan cara menenangkan dan memfokuskan pikiran. Untuk melakukan hal tersebut seorang budhis biasanya berkonsentrasi pada nafas atau pada suatu objek. Kami kemudian menggunakan perhatian yang terfokus ini untuk mengembangkan wawasan. Tujuan akhir meditasi Buddhis adalah wawasan tentang hakikat pencerahan pikiran. Dengan adanya wawasan bahwa sifat manusia sendiri tercerahkan seperti Buddha, seseorang dapat membuat kemajuan cepat.

Pada institusi karma kagyu di jepang terdapat perkenalan mengenai meditasi. Meditasi terbimbing secara teratur dilaksanakan setiap minggu, yang cocok untuk siapa saja yang ingin belajar meditasi baik baru pemula ataupun mereka yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya. Meditasi yang dipraktikkan disebut adalah “Meditasi Karmapa ke-16”. Metode yang digunakan dalam meditasi ini telah digunakan dalam agama Buddha sejak zaman Buddha 2.500 tahun yang lalu. metode yang berfokus pada pengembangan potensi manusia sepenuhnya membuat meditasi membawa hasil yang berkelanjutan bagi peserta yang tidak hanya ingin belajar tentang pikiran mereka tetapi memiliki pengalaman langsung tentang hal tersebut.

Jalan Mulia Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia
Uncategorized

Jalan Mulia Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Jalan Mulia Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia – Sebagai aliran agama yang menuntun umatnya untuk melakukan hal-hal baik di dunia, agama Buddha mengajarkan ajaran-ajaran yang dikaitkan dengan kehidupan sang Buddha. Tradisi dan praktik spiritual ajaran agama Buddha merupakan filsafat yang telah ditafsirkan. Melalui seorang guru, pemeluk agama Buddha akan dicerahkan dan dituntun untuk melakukan hal-hal baik dan mengakhiri penderitaan di dunia dengan cara melenyapkan kebodohan, kegelapan batin, keserakahan dan kemarahan atau kebencian. Untuk mengakhiri penderitaan tersebut, pemeluk agama Buddha harus meminimalkan perbuatan yang salah dan melakukan meditasi guna menjaga pikiran agar selalu berada dalam keadaan yang baik dan murni sehingga mampu memahami kondisi jasmani dan rohani. Karma Kagyu merupajan salah satu institusi agama Buddha yang mengajarkan umat Buddha untuk melakukan kebajikan dan menghindari perbuatan tercela. Banyak warga Asia yang menggunakan Karma Kagyu sebagai pedoman untuk hidup.

Karma Kagyu merupakan institusi agama Buddha yang dikenalkan pertama kali di kawasan Tibet. Gyalwa Karmapa merupakan sebutan untuk pemimpin spiritual Karma Kagyu. Sama halnya dengan jenis spiritual lainnya, Karma Kagyu juga mengajarkan kepada pemeluk agama Buddha untuk mematuhi jalan mulia dengan unsur delapan. Jalan mulia ini memiliki unsur sila atau kemoralan, panna atau kebijaksanaan dan samadhi atau konsentrasi. Untuk mengetahui pengelompokan unsur yang ada di jalan mulia, simak ulasan dari di bawah ini:
– Panna atau kebijaksanaan:

1. Pengertian atau pandangan yang benar ( pengetahuan yang dilengkapi dengan penebusan akan hukum tilakkhana, hukum karma, hukum paticca-samuppda dan empat kebenaran mulia ).

2. Pikiran yang benar ( pikiran yang terbebas dari nafsu dunia, kebencian dan kekejaman ).
– Sila atau perilaku yang etis:

1. Ucapan yang benar ( tidak berbohong, berbicara kasar, memfitnah dan menggunjingkan orang lain ).

2. Perbuatan yang benar ( tidak melakukan pencurian, pembunuhan dan tindakan asusila ).

3. Pencaharian atau penghidupan yang benar ( menghindari diri dari mata pencaharian yang dapat menyebabkan kerugian ).

– Samadhi

1. Daya upaya yang benar ( tindakan yang mencegah kejahatan dan menghancurkan kejahatan yang ada ).

2. Perhatian yang benar ( perhatian yang dapat diwujudkan terhadap jasmani, perasaan, pikiran dan mental atau batin ).

3. Konsentrasi yang benar ( memusatkan pikiran terhadap objek tertentu ).

Meskipun agama Buddha memiliki aliran yang berbeda-beda, setiap aliran mengajarkan kepada pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang baik dan terpuji. Dari Karma Kagyu, kita dapat melihat bahwa ajaran Buddha berusaha menuntun para pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang baik di dunia sehingga tidak tersesat di dalam kehidupannya. Selama pemeluk agama menjalankan hal-hal yang baik dan menjauhkan diri dari hal-hal yang buruk, kehidupan manusia akan berjalan dengan semestinya.

Diamond Way Center sebuah Institusi Karma Kagyu Di Singapura
Uncategorized

Diamond Way Center sebuah Institusi Karma Kagyu Di Singapura

Pemimpin salah satu sekte dalam agama budha yakni sekte karma kagyu yakni Yang Mulia Gyalwa Karmapa Keenambelas yang bernama Rangjung Rigpe Dorje (1924-1981) adalah seorang pemimpin dari seluruh tradisi Kagyu. Silsilah Karma Kagyu di seluruh dunia telah memainkan peran yang sangat penting dalam melestarikan dan melanjutkan ajaran dari pendahulunya yang tidak hanya seputar Karma Kagyu, tetapi juga keseluruhan pencabangan dari ajaran Kagyu dalam kepercayaan budha yang telah diturunkan dari Marpa, Milarepa, dan Gampopa. Silsilah Karma Kagyu adalah yang paling berpengaruh dari silsilah Buddha Tibet begitu juga di luar Tibet, dan tradisi ini dipelajari dan dipraktikkan serta disebarluaskan di seluruh dunia saat ini. Salah satu persebaran sekte karma kagyu di era modern ini adalah melalui institusi. Terdapat banyak institusi aliran karma kagyu yang tersebar diseluruh penjuru dunia. Salah satunya adalah wilayah ASIA tepatnya di Singapura.

Penggunaan Institusi dalam menyebarluaskan paham Karma Kagyu dinilai oleh pemimpin Aliran Karma Kagyu terdahulu memandang bahwa pendidikan adalah kunci dari visi Karmapa untuk menciptakan lingkungan di mana manusia dapat menghargai sebuah nilai dengan terlebih dahulu mengolah nilai-nilai non-material dan kekayaan luar manusia yang berupa uang dan benda-benda material agar dapat menjadi alat yang berharga untuk membantu memberi manfaat bagi semua makhluk. Institusi karma kagyu Singapura bernama Singapore Diamond Way Budhist Center yang merupakan jaringan institusi dari Karmapa ke-17 Trinley Thaye Dorje. Instutusi Pusat Budhist Singapura memiliki kelompok meditasi penganut aliran karma kagyu. Institusi pusat budhist Singapura didirikan oleh Ole Nydahl atas dasar arahan dari Karmapa ke-17 Trinley Thaye Dorje. Pusat-pusat Budhist dengan ajaran Diamond way merupakan tempat ramah pada orang-orang. Akses yang mudah memperoleh pencerahan ajaran Budha yang tak lekang oleh waktu.

Institusi budhist karma kagyu mengajarkan meditasi, mengembangkan dan sebagai sarana berbagi pengalaman. Ajaran diturunkan melalui lisan langsung dari guru ke siswa. Hal ini agar tercipta interaksi antara guru dan siswa agar memberikan ajaran penuh dan terhubung langsung melalui pikiran. Institusi karma kagyu di Singapura menawarkan ajaran praktis yang dapat diterapkan oleh penganutnya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah dengan mengembangkan kekayaan dan kejernihan pikiran siswa institusi ini baik melalui meditasi maupun alternatif tindakan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh seseorang. Di dalam pikiran manusia terdapat segel yang dapat dibebaskan dengan meditasi agar memantapkan tingkat kesadaran yang dapat dicapai oleh seseorang dengan begitu kejernihan pikiran dapat diperoleh. Jalan Berlian membuka metode terampil ke dunia modern. Membuat orang belajar untuk melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas agar dapat membebaskan diri. Meditasi mengembangkan kekayaan batiniah dan pikiran yang tak tergoyahkan. Jalan Berlian membantu menemukan dan akhirnya membuka semua kualitas tercerahkan seseorang untuk kepentingan semua makhluk dan dirinya sendiri.

Hal yang Berkaitan dengan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia
Ajaran Berita Informasi Media

Hal yang Berkaitan dengan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Islam, Kristen, Hindu dan Buddha merupakan agama-agama yang dipeluk oleh masyarakat Asia dan dunia. Ketika masyarakat memutuskan untuk memeluk salah satu agama, mereka berupaya melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan dan meninggalkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan guna mendapatkan pahala. Dari beberapa agama yang dipeluk dan tersebar di kawasan Asia, agama Buddha merupakan agama terbesar nomor empat yang dipeluk oleh masyarakat. Di dalam menjalankan kehidupannya, pemeluk agama Buddha menggunakan kehidupan sang Buddha sebagai pedoman hidup. Agama Buddha juga menerapkan doktrin kepada para pemeluknya agar mereka dapat hidup baik di dunia. Karma Kagyu merupakan salah satu doktrin agama Buddha yang dituntun oleh seorang pemuka agama Buddha. Gyalwa Karmapa merupakan sebutan untuk pemimpin agama Buddha yang memimpin spiritual Karma Kagyu

Sebagai institusi agama Buddha di kawasan asia, harus benar-benar diterapkan oleh para pemeluk agama Buddha. Jika diperhatikan dengan seksama, Karma Kagyu memiliki prinsip hukum mengenai sebab dan akibat. Secara umum, karma memiliki aksi atau perbuatan. Pemeluk agama Buddha nantinya akan menemukan karma baik dan karma buruk di dalam kehidupannya. Meskipun istilah karma telah banyak digunakan, masyarakat cenderung mengartikan karma merupakan sebuah hukuman yang berat. Berbeda dengan pandangan masyarakat awam, agama Buddha memandang karma sebagai hukum yang universal. Tidak ada akan sesuatu hal jika tidak ada sebab. Seseorang akan mendapatkan karma baik jika melakukan hal-hal yang baik juga dan akan mendapatkan karma buruk ketika melakukan hal-hal yang tercela. Karma Kagyu harus diperhatikan dengan baik oleh pemeluk agama agar memiliki kehidupan yang baik di dunia dan mengenal batasan perilaku yang seharusnya dilakukan semasa hidup

Hal yang Berkaitan dengan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Karma Kagyu juga berisikan moralitas ajaran agama Buddha. Moralitas tersebut memiliki tujuan untuk menuntun manusia untuk hidup dengan kebahagiaan yang tinggi di dunia. Di dalam menuju pembebasan, umat Buddha memiliki tanggung jawab untuk menghindari kemalangannya sendiri. Pembahasan kemalangan dapat dilakukan dengan melakukan usaha dan pemahaman akan langkah apa yang sebaiknya dilakukan. Moralitas yang diajarkan oleh agama Buddha mencakup menghindari kejahatan, menyucikan pikiran dan melakukan hal-hal yang baik. Kemoralan umat Buddha tertuang di dalam lima sila. Kelima sila kemoralan umat Buddha memiliki arti yang sangat penting. Berikut ini merupakan arti yang tertuang di dalam lima sila kemoralan agama Buddha:

  1. Bertekat melatih diri untuk menghindari aksi pembunuhan terhadap makhluk hidup.
  2. Bertekat melatih diri untuk menghindari barang-barang curian.
  3. Bertekat melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan asusila.
  4. Melatih diri untuk tidak melakukan perkataan bohong atau dusta.
  5. Bertekat melatih diri untuk menghindari beragam jenis makanan dan minuman yang menyebabkan kesadaran diri melemah.
Agama Buddha Tidak Pernah Memaksa Siapapun untuk Mengikuti Ajarannya
Ajaran Berita Informasi Media

Agama Buddha Tidak Pernah Memaksa Siapapun untuk Mengikuti Ajarannya

Penganut ajaran agama Buddha memang tidak banyak di Asia, karena ajaran agama Buddha tidak pernah memaksa seseorang untuk berpindah agama dan mencela agama yang sebelumnya dianut. Ajaran agama Buddha hanya ingin membagikan ilmu yang didapatkannya untuk membantu seseorang yang merasa tidak bahagia dan selalu merasakan duka. Karena ajaran agama Buddha sudah dari dulu diciptakan untuk menemuka sebuah kebahagian. Walaupun tidak banyak penganut ajaran agama Buddha, namun ajaran agama ini cukup dikenal sebagian besar penduduk di Asia dan juga diakui keberadaannya. Tempat untuk ajaran agama Buddha juga sudah disediakan di sebagian daerah Asia untuk menghormati ajaran agama Buddha, sebagai salah satu agama yang diakui di Asia.

Sebagai salah satu ajaran agama yang diakui di dunia, ajaran agama Buddha juga berperan penting di dalam institusi pendidikan di Asia terutama di Indonesia. Walau di Indonesia mayoritas adalah muslim, namun tak membedakan agama maupun ras. Bahkan di Indonesia juga sudah membuat peraturan yang di setujui oleh para mentri agama, tentang pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia. Ajaran agama Buddha di Indonesia memang tak terlalu menonjol dalam institusi maupun yang lain. Namun ajaran agama Buddha selalu bisa membantu untuk menemukan jalan dengan pengetahuan yang dipelajarinya. Seorang perwira TNI pernah berpindah memeluk ajaran agama Buddha hingga menjadi seorang pendeta, namun sang perwira tak mengikut sertakan anak dan istrinya. Ini menunjukkan bahwa ajaran agama Buddha tak pernah memaksa orang untuk meninggalkan agamanya dan berpaling padanya

Selain itu ajaran agama Buddha yang masuk dalam lembaga dan menjelis sebagai perwakilan umat agama Buddha yang lain memiliki tujuan yang ingin diwujudkan diantaranya adalah menjalankan kegiatan yang ada di dalam ajaran Buddha. Misalnya membentuk pembinaan ajaran agama Buddha, melakukan kegiatan ajaran agama Buddha dan masih banyak yang lainya. Selain itu juga untuk melakukan kegiatan social, seperti memberika sebuah pengajaran di sebuah sekolah baik TK, SD, SMP, SMA ataupun SMK. Walaupun bukan pelajaran agama, seperti IPA, IPS, Bahasa ataupun Matematika.

Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia Mengenai Jalan Mulia Unsur Delapan
Ajaran Berita Informasi Media

Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia Mengenai Jalan Mulia Unsur Delapan

Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia Mengenai Jalan Mulia Unsur Delapan – Buddha adalah agama besar nomor empat di dunia dan dipeluk lebih dari 250.000.000 pemeluk agama yang tersebar di dunia. Di dalam ajarannya, agama Buddha menuntun para pemeluknya untuk melakukan hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk. Agama Buddha sendiri lahir sejak abad ke 6 dan tersebar merata di kawasan Asia. Karma Kagyu merupakan mazhab agama Buddha yang diajarkan kepada pemeluknya di Asia dan dunia. Sebagai pemimpin ajaran Karma Kagyu, Gyalwa Karmapa memiliki peran di dalam menuntun para pemeluk agama. Gyalwa Karmapa akan mengajarkan Dharmacakra atau unsur delapan dan empat kebenaran mulia kepada pemeluk agama. Setiap ajaran yang diberikan Gyalwa Karmapa kepada pemeluknya di Asia dan dunia, delapan unsur jalan mulia dan kebenaran mulia tidak pernah dilewatkan

Dharmacakra dan kebenaran mulia merupakan doktrin ajaran Buddha yang diajarkan kepada para pemeluknya yang ada di dunia dan asia. Doktrin-doktrin tersebut merupakan panduan hidup manusia ketika berada di dunia sehingga tidak terus-terusan berada pada siklus kematian dan kelahiran. Kebenaran mulia sendiri juga dikenal dengan sebutan kebenaran Ariya. Kebenaran mulia merupakan aspek penting yang dimiliki oleh agama Buddha. Untuk mengetahui akan kebenaran mulia atau kebenaran Ariya, simak penjelasan di bawah ini:

  • Kebenaran Ariya mengenai Dukka
    Dukka memiliki arti penderitaan, beban dan ketidakpuasan. Dukka sendiri terdiri dari lima jenis penderitaan, yakni kelahiran, kematian, umur yang tua, ketidakmampuan dalam meraih keinginan dan tidak dapat bersatu dengan orang-orang yang dikasihi.
  • Kebenaran mulia mengenai asal Dukka
    Setiap penderitaan dapat timbul akibat adanya sebab. Sebab atau samudaya sebuah penderitaan adalah nafsu yang dimiliki oleh manusia. Manusia layaknya narkoba yang membuat manusia merasa ketagihan untuk terus-menerus melakukan hal-hal yang didasari oleh nafsu.
  • Kebenaran mulia mengenai terhentinya Dukka
jalan mulia unsur delapan
  • Kebenaran mulia mengenai jalan menghentikan Dukka
    Sesuai dengan penjelasan di atas, jalan mulia unsur delapan merupakan doktrin lainnya yang dikenalkan oleh para pemuka agama Buddha. Kedelapan unsur jalan mulia tersebut juga menjadi salah satu ajaran yang ada pada Karma Kagyu. Untuk mengetahui akan jalan mulia unsur delapan tersebut, simak ulasannya di bawah ini:
  1. Pengertian benar
    Merupakan pengetahuan yang dilengkapi dengan penembusan atas empat kebenaran mulia, hukum karma, hukum Tilakkhana dan hukum Paticca Samuppada.
  2. Pikiran benar : Pikiran yang terbebas dari nafsu, rasa benci dan bebas terhadap kekejaman.
  3. Ucapan benar : Usaha menahan diri agar tidak berbohong, mengucap kata-kata yang kasar, memfitnah dan menggunjingkan orang lain.
  4. Perbuatan benar
  5. Penghidupan benar
  6. Usaha benar
  7. Perhatian benar
  8. Konsentrasi benar : Memusatkan pikiran akan objek dengan tepat sehingga batin dapat mencapai keadaan yang tinggi dan mendalam.
Sejarah Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Salah Satu Institusi di Indonesia
Ajaran Berita Informasi Media

Sejarah Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Salah Satu Institusi di Indonesia

Majelis Buddhayana Indonesia atau bisa disebut MBI merupakan salah satu anggota dari WALUBI juga salah satu majelis yang ada di Indonesia. Intitusi ini didirikan pada tanggal 4 Juli 1955 oleh Ashin Jinarakkhita di Semarang tepatnya beralokasi di Wihara Buddha Gaya, Jawa Tengah. Dengan nama PUUI merupakan kepanjangan dari Persaudaraan Upasaka Upasika Indonesia yang diketuai Maha Upaya Madhiyantika S. Mangunkawatja

Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dulunya bernama Majelis Ulama Agama Buddha Indonesia (MUABI). Namun dalam suatu musyawarah akhirnya nama Majelis Ulama Agama Buddha Indonesia (MUABI) diubah menjadi Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) yang diketuai oleh M.U.Sasanasinha Soementri MS yang dulunya juga ketua Majelis Ulama Agama Buddha Indonesia (MUABI). Sasanasinha juga dibantu oleh pengurus MBI lainnya diantaranya adalah Drs. Johan Sani, Suwarto Kolopaking, Sumananda Yasmin Dicky Dharma Kusumah,Cokrowibowo, SH dan Prajnamitra. Tahun 1981 Sasanasinha sebagai ketua Majelis Buddhayana Indonesia mendapatkan sebuah kepercayaan sebagai ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI). Kemudian pada tahun 1986 Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) mengadakan kongres di daerah Pacet, Cianjur, Jawa Barat untuk menentukan ketua baru. Dalam kongres tersebut akhirnya yang terpilih menjadi ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) yang baru adalah Drs. Tjoetjoe Alihartono bersama dengan Sekjen Drs. Eddy Hertanto, SH

Sejarah Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Salah Satu Institusi di Indonesia

Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) mempunyai suatu tujuan yaitu mengenalkan dan berbagi ajaran Buddha tentang essensi secara kontekstual dengan menggunakan transformasi diri dan social yang berpegangan teguh pada nilai plurarisme, universalisme, non sectarian dan inklusivisme serta keyakinan pada Tuhan Yang Maha Esa atau Sanghyang Adi Buddha. Lebih jelasnya lagi MBI memiliki tujuan untuk, menjalankan kegiatan yang ada di dalam bidang keagamaan ajaran Buddha dan juga menjalankan kegiatan dalam bidang social. MBI (Majelis Buddhayana Indonesia) berusaha mewujudkannya dengan cara menjalankan kegiatan yang beriringan bersama Sangha Agung Indonesia (SAGIN) yang juga didukung oleh Yayasan Dharmacakra Mandala Grha. Walaupun begitu Majelis Buddhayana Indonesia selalu berhati-hati dalam mengambil ataupun menjalankan keputusan karena teringat hukum karma yang dalam ajaran agama Buddha adalah hukum sebab akibat dan moral.

Kebenaran yang Diajarkan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia
Ajaran Berita Informasi Media

Kebenaran yang Diajarkan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Kebenaran yang Diajarkan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia – Kepercayaan di kawasan Asia memiliki nama-nama yang berbeda. Meskipun demikian, setiap kepercayaan yang berada di Asia mengajarkan kepada pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang baik dan menjauhkan diri dari hal-hal yang negatif. Buddha merupakan salah satu kepercayaan di Asia yang menuntun para pemeluknya untuk melakukan hal-hal baik berdasarkan praktik Buddha yang telah ditafsirkan. Berbicara mengenai agama Buddha di kawasan Asia, kita akan mengenal akan Karma Kagyu. Karma Kagyu atau Kamtsang merupakan empat kebenaran yang diajarkan oleh pemimpin yang dikenal dengan sebutan Gyalwa Karmapa. Para pemimpin ini akan memberikan penjelasan dan pencerahan kepada pemeluk agama Buddha akan aspek kehidupan yang perlu untuk dilakukan. Karena itulah, para pemeluk agama Buddha yang ada di Asia dan dunia harus mengetahui kebenaran mulia agar tidak terkukung di siklus kematian dan kelahiran secara terus menerus

Dukka merupakan salah satu kebenaran mulia ajaran Buddha yang harus diketahui oleh para pemeluknya. Dukka menjelaskan kepada manusia bahwa ada 5 jenis penderitaan yang akan dialami oleh setiap anggota semasa hidupnya, yaitu penderitaan tersebut berupa kelahiran, umur yang tua, kematian, dipisahkan dengan orang-orang yang terkasih dan tidak mampu mencapai hal-hal yang diinginkan semasa hidup. Kebenaran mulia yang kedua adalah samudaya atau sebab. Sebuah penderitaan dapat muncul berdasarkan dengan sebab. Gyalwa Karmapa menjelaskan bahwa sumber dari penderitaan manusia adalah nafsu yang tiada habisnya. Nasfu merupakan candu yang dapat menyebabkan seseorang merasa ketagihan dan ingin menggunakannya secara terus menerus. Nafsu merupakan penyebab dari timbulnya penderitaan yang akan dialami oleh manusia. Nafsu bahkan dapat disamakan dengan air laut yang rasanya asin. Rasa haus justru akan semakin bertambah ketika meminum air laut yang terasa asin

Kebenaran yang Diajarkan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Nirodha atau pemadaman merupakan jalan kebenaran Karma Kagyu. Pemadaman atas kesengsaraan yang diderita oleh manusia dapat dihapuskan dengan cara menghilangkan keinginan dengan sempurna. Keinginan yang hilang dengan sempurna mampu membuat kesengsaraan hidup mereda atau hilang sama sekali. Ketika keinginan manusia dihilangkan, maka penderitaan yang diderita akan hilang dengan sendirinya. Jalan kebenaran keempat yang diajarkan di Asia adalah marga atau jalan pelepasan. Marga merupakan jalan yang seharusnya ditempuh oleh manusia guna menghindari penderitaan. Jalan menghentikan kesengsaraan dibagi menjadi tiga kelompok, yakni:

  1. Kebijaksanaan atau panna yang terdiri dari pikiran besar atau samma sankappa dan pengertian besar atau samma ditthi.
  2. Kemoralan atau sila yang terdiri dari perbuatan benar atau samma kammanta, ucapan benar atau samma vaca dan pencaharian benar atau samma ajiva.
  3. Konsentrasi atau samadhi yang terdiri dari konsentrasi benar atau samma samadhi, perhatian benar atau samma sati dan upaya benar atau samma vayama.
Sejarah dan Penyebaran Agama Buddha di Asia
Ajaran Berita Informasi Media

Sejarah dan Penyebaran Agama Buddha di Asia

Agama Buddha merupakan ajaran agama yang berasal dari anak Benua India. Siddhattha Gotama penemu ajaran ini, setelah mencapai pencerahan sempurna dan dikenal sebagai Sang Buddha. Sang Buddha adalah pangeran dari kerjaan Sakya. Lahir di Lumbini tepatnya yang beralokasi di daerah Nepal pada tahun 563 Sebelum Masehi (SM). Pada usianya yang ke 29 tahun memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawinya yang mewah, karena merasakan penderitaan walaupun hidup dalam kemewahan. Inilah awal Sang Buddha mencari jalan menuju kebahagiaan sejatinya. Enam tahun perjuang Sang Buddha selalu berujung dengan kegagalan, hingga suatu ketika menculah jalan tengah untuk mengakhiri penderitaan dan mencapai pencerahan. Dengan ditemukannya jalan tengah Sang Buddha mulai mengajarankan prinsip-prinsip yang didapatkannya selama ini yang disebut dengan Dharma

Agama Buddha tidak mengembangkan gerakan pengutusan untuk menyebar luaskan agamanya. Buddha menyebar luas di daerah Subbenua India, dari sinilah awal agama ini yang akhirnya sampai meyebar luas ke seluruh Asia. Di setiap budaya, cara dan gaya setempat yang ditemui, agama Buddha disesuaikan dengan watak setempat, tampa mengubah pokok penting kebijakan dan welas asih dari ajaran agama. Daerah ataupun kerajaan yang menerima ajaran Buddha mengembangkan bentuk, struktur dan pimpinan rohaninya sendiri. Karena itu penyebaran ajaran ini di sebagian besar Asia bersifat damai. Ajaran agama ini sering berpergian ke kerajaan-kerajaan tetangga untuk membagi wawasan dengan orang yang tertari dan bisa menerima ajaran agama ini. Agama ini juga tidak meminta orang untuk mencela ataupun memaksa seseorang untuk melepaskan agama yang dianutnya. Karena ajaran agama ini semata-mata untuk menolong orang-orang mengatasi ketidak bahagiaan dan duka yang diciptakannya sendiri akibat kurangnya pemahaman. Karena inilah lama-kelamaan ajaran Buddha dikenal hambir di sebagian besar dunia. Walaupun tidak banyyak penganut agama ini

Penganut agama Buddha memanglah tidak sebanyak agama lainnya, jadi tidak mengherankan bila penganut agama ini sangat susah untuk ditemukan di berbagai Institusi Negara. Seperti di Institusi Militer misalnya, akan sangat sulit ditemukan jendral yang memeluk agama Buddha.