Category Archives: Media

Pidato Karmapa Dabao Fawang di Hari Waisyak Guru Institusi Karma Kagyu Hongkong

Pidato Karmapa Dabao Fawang di Hari Waisyak Guru Institusi Karma Kagyu Hongkong

Pidato Karmapa Dabao Fawang di Hari Waisyak Guru Institusi Karma Kagyu Hongkong – New Horizon Budhist Center merupakan salah satu cabang intitusi karma kagyu yang berasal dari Tibet. Pada hari waisyak guru “Diamond way” Dabao Fawang menyampaikan pesan pada para pengikutnya mengenai hari kelahiran. Dabao Fawang menyampaikan bahwa berdasarkan persepsi atau filosofi ajaran Buddha menyangkut kelahiran adalah hal tentang masa lalu. Secara keseluruhan baik masa lalu, masa sekarang maupun masa depan tidak melekat padanya sebuah kelahiran maupun kematian. Agama buddha tidak memandang sebuah kelahiran ataupun kematian adalah hal yang absolut. Secara relatif ada penampilan dari kelahiran namun kelahiran merupakan sesuatu yang hampir tidak ada melainkan hanya sebagai sebuah alasan dari perayaan. Adanya paham reinkarnasi membuat bahwa kematian dan kelahiran adalah sesuatu dari ketiadaan. Berkaitan dengan hal tersebut sama halnya dengan kelahiran dan kematian dari Shidarta Buddha Gautama yang tadinya hanya seorang pangeran menjadi sosok yang luar biasa yakni sosok Budha.

Penganut sekte karma kagyu memandang bahwa kemungkinan yang dialami oleh buddha dapat menimpa siapa saja. Oleh sebab itu perayaan Waisak hanya melakukan ritual-ritual tradisional seperti pembacaan dan mendengarkan kitab Sutera, meditasi, berbelas kasih melalui samadhi, dan selain itu, juga ada kegiatan amal yang dilakukan oleh para anggota agenbola108.cc yang menyumbangkan banyak barang & uang untuk membantu orang yang sedang membutuhkan atau kesusahan. Selain kegiatan itu, pada bulan Desember atau Januari setiap tahunnya. Pengikut empat aliran Budhisme Tibet berkumpul untuk berbagi doa aspirasi di tempat-tempat suci bagi umat buddha. Kegiatan ini merupakan bagian dari ritual tahunan yang selalu dilakukan oleh ratusan murid yang terdiri dari empat aliran Budhisme yang berasal dari tibet. Ini adalah salah satu peristiwa paling penting dalam kalender Buddha. Sejak tahun 1996, kegiatan doa bersama tersebut adalah sebuah pembacaan doa aspirasi yang disebut sebagai “Doa Samantabhadra”.

Doa Samanthabadra merupakan kumpulan dari berbagai kata-kata sang Buddha yang tersimpan di Kanjur. Doa ini berisi seputar keinginan Altruistis yang sangat tini bahwa seorang manusia mencapai pencerahan pada tingkat tertinggi untuk memimpin seluruh mahluk menuju pencerahan kebenaran. Berdasarkan apa yang disampaikan oleh guru ajaran karma kagyu kegiatan membaca doa bersama-sama pada tempat-tempat suci membuat kekuatan doa meningkat seratus ribu kali atau bahkan lebih. Pembacaan doa mampu memberikan konstribusi secara signifikan pada kesejahteraan dan perkembangan spiritual bagi seluruh makhluk hidup dan membantu bagi setiap manusia untuk mencapai pencerahan. Tempat dimana memiliki kesucian tertinggi adalah Bodhi Gaya. Tempat ini merupakan tempat dimana Siddharta Buddha Gautama mencapai pencerahan dan merupakan situs ziarah utama bagi umat budha dari seluruh aliran. Oleh sebab itu banyak kegiatan yang dilakukan di tempat ini pada khususnya adalah kegiatan sakral seperti doa bersama bagi murid dan guru penganut aliran karma kagyu.

Materi Sejarah Institusi Karma Kagyu Di Seluruh Asia Yang Wajib Diketahui

Materi Sejarah Institusi Karma Kagyu Di Seluruh Asia Yang Wajib Diketahui

Materi Sejarah Institusi Karma Kagyu Di Seluruh Asia Yang Wajib Diketahui – Istilah “Kagyu” secara bahasa bermula dari Suku kata pertama yaitu “Ka” yang berarti Kitab suci Sidharta Buddha Gautama, selain itu juga berarti sebuah instruksi lisan dari seorang guru. Kata “Ka” secara harfiah memiliki arti baik makna yang tercerahkan yang disampaikan oleh kata-kata guru, maupun kekuatan yang dibawa oleh kata-kata berupa wawasan. Sedangkan suku kata yang kedua adalah “gyu” yang berarti berarti garis keturunan atau tradisi. Jika kedua suku kata di satukan maka, suku kata ini berarti “garis keturunan dari instruksi lisan.” Berikut ini adalah sinopsis singkat dari silsilah Kagyu tentang beberapa orang pendiri besar yang membangun tradisi kuno dan mengajarkannya dari “mulut ke telinga” hingga berabad-abad lamanya. Silsilah Kagyu melacak asal-usulnya kembali ke sejarah yaitu Buddha, Shakyamuni melalui Marpa, penerjemah dan yogi hebat, yang membawa silsilah yang tak terputus dari India ke Tibet. Sumber informasi sejarah bermula dari seorang yang bernama Marpha sang penerjemah berikut merupakan silsilah kagyu dari para pendahulu yang berperngaruh terhadap Karma Kagyu hingga sekarang.

– TILOPA DAN NAROPA
Marpa menerima silsilah ajaran tantra yang disebut Empat Transmisi Khusus (bk’a-babs-bzhi): para yoga dari 1) tubuh ilusif dan pemindahan kesadaran, 2) mimpi, 3) luminositas, dan 4) keuatan alam . Naropa memperoleh ajaran-ajaran ini langsung dari Tilopa (988-1069), yang kemudian menerimanya dari dua sumber asli, yang disebut garis keturunan langsung dan tidak langsung. Silsilah langsung dan sumber asli dari ajaran ini adalah Buddha Vajradhara. Tilopa dan Naropa adalah beberapa panditas, cendekiawan, dan siddha terhebat, orang suci ulung, dari Nalanda, universitas Buddhis terkenal di India kuno.

– MILAREPA
Marpa membawa garis silsilah ini ke Tibet, meneruskannya kepada murid utamanya dan para pemegang garis silsilah, Milarepa (1040-1123), yogi tantra Tibet yang paling terkenal dan berprestasi, yang mencapai pencerahan dalam satu masa kehidupan. Milarepa memegang silsilah dan tradisi Silsilah Latihan. Beberapa siswa hebat Marpa lainnya adalah Ngog Choku Dorjey, Tsurton Wangey, dan Meton Chenpo, yang memegang tradisi Marpa tentang Silsilah Pengajaran. Inilah bagaimana dua sistem hebat dari garis silsilah latihan dan silsilah pengajaran didirikan dalam silsilah Kagyu.

– GAMPOPA
Master agung Gampopa (1084-1161), juga dikenal sebagai Dakpo Lhaje, dan Rechungpa (1084-1161) adalah murid-murid utama Milarepa. Gampopa dinubuatkan dalam sutra oleh Buddha. Dia memelopori membangun kerangka silsilah dengan menyatukan silsilah Mahamudra Milarepa dengan tahapan tradisi jalur silsilah Kadampa. Silsilah dan tradisi ini dikenal sebagai Dhakpo Kagyu. Gampopa memiliki 3 murid utama yaitu sebagai berikut ini:Saltong Shogom, Düsum Khyenpa dan Phakmo Drupa. Düsum Khyenpa (1110-1193), juga dikenal sebagai Khampa Usey (secara harfiah, “Khampa berambut putih”). Gampopa dikenal sebagai Karmapa Pertama yang mendirikan garis keturunan Karma Kagyu

Pendidikan Ajaran Agama Buddha juga Berperan Penting pada Intitusi Indonesia

Pendidikan Ajaran Agama Buddha juga Berperan Penting pada Intitusi Indonesia

Hukum karma dalam ajaran agama Buddha merupakan ajaran yang dalam dan rumit. Untuk memahami ajaran hukum karma menurut agama Buddha ini dibutuhkan suatu uraian yang terperinci. Karena secara umum sendiri karma adalah suatu perbuatan. Hukum karma menurut umat Buddha adalah hukum sebab akibat, juga merupakan hukum moral. Dimana tidak mungkin ada suatu akibat tanpa adanya sebab yang dilakukan oleh sebuat perbuatan baik ataupun buruk. Oleh sebab inilah ajaran agama Buddha bisa masuk kesuatu wilayah kerajaan dengan damai.

Di Asia agama Buddha juga sudah menyebar luas, terutama di Indonesia. Beberapa pemain judi yang bermain game sbobet di agen sbobet terpercaya juga menganut ajaran agama buddha, namun banyak orang yang sangat menghormati agama ini. Hingga agama Buddha juga sudah dipertimbangkan oleh Peraturan Mentri Agama tentang pendidikan Keagamaan Buddha di Indonesia. Ini semua dilakukan dalam rangka membentuk masyarakat Buddha yang berkualitas. Selain itu, untuk membentuk masyarakat Buddha yang berkualitas dibutuhkan pendidikan Buddha secara formal, non formal hingga informal. Dengan ini anda bisa tahu bahwa ajaran agama Buddha juga berperan penting di dalam institusi pendidikan yang ada di Indonesia bagi sebagian masyarakat yang memeluk ajaran agama Buddha. Dan juga semua tentang aturan pelajaran tentang ajaran agama Buddha baik secara formal sampai non formal sudah ada di dalam Peraturan Mentri Agama Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Buddha.

Agama Buddha juga mempunyai perwakilan di Indonesia yaitu WALUBI atau bisa disebut dengan Perwakilan Umat Buddha Indonesia. Dimana perwakilan umat Buddha Indonesia ini terdiri atas Majelis-Majelis Agama Buddha, Lembaga Keagamaan Buddha sampai Wadah Kemasyarakatan yang memeluk agama Buddha. Organisasi ini didirikan tanggal 8 Mei 1978 di DKI Jakarta berdasarkan Konsensus Nasional Umat Buddha Indonesia dan untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya. Beberapa Majelis Buddha yang ada di dalam organisasi WALUBI antara lain, Majubuthi, MBI, PBN NSI, Majabumi TSI, YPSBDI dan masih ada yang lainnya. Organisasi ini juga memiliki kedudukan dan wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal yang Berkaitan dengan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Hal yang Berkaitan dengan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Islam, Kristen, Hindu dan Buddha merupakan agama-agama yang dipeluk oleh masyarakat Asia dan dunia. Ketika masyarakat memutuskan untuk memeluk salah satu agama, mereka berupaya melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan dan meninggalkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan guna mendapatkan pahala. Dari beberapa agama yang dipeluk dan tersebar di kawasan Asia, agama Buddha merupakan agama terbesar nomor empat yang dipeluk oleh masyarakat. Di dalam menjalankan kehidupannya, pemeluk agama Buddha menggunakan kehidupan sang Buddha sebagai pedoman hidup. Agama Buddha juga menerapkan doktrin kepada para pemeluknya agar mereka dapat hidup baik di dunia. Karma Kagyu merupakan salah satu doktrin agama Buddha yang dituntun oleh seorang pemuka agama Buddha. Gyalwa Karmapa merupakan sebutan untuk pemimpin agama Buddha yang memimpin spiritual Karma Kagyu

Sebagai institusi agama Buddha di kawasan asia, harus benar-benar diterapkan oleh para pemeluk agama Buddha. Jika diperhatikan dengan seksama, Karma Kagyu memiliki prinsip hukum mengenai sebab dan akibat. Secara umum, karma memiliki aksi atau perbuatan. Pemeluk agama Buddha nantinya akan menemukan karma baik dan karma buruk di dalam kehidupannya. Meskipun istilah karma telah banyak digunakan, masyarakat cenderung mengartikan karma merupakan sebuah hukuman yang berat. Berbeda dengan pandangan masyarakat awam, agama Buddha memandang karma sebagai hukum yang universal. Tidak ada akan sesuatu hal jika tidak ada sebab. Seseorang akan mendapatkan karma baik jika melakukan hal-hal yang baik juga dan akan mendapatkan karma buruk ketika melakukan hal-hal yang tercela. Karma Kagyu harus diperhatikan dengan baik oleh pemeluk agama agar memiliki kehidupan yang baik di dunia dan mengenal batasan perilaku yang seharusnya dilakukan semasa hidup

Hal yang Berkaitan dengan Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Karma Kagyu juga berisikan moralitas ajaran agama Buddha. Moralitas tersebut memiliki tujuan untuk menuntun manusia untuk hidup dengan kebahagiaan yang tinggi di dunia. Di dalam menuju pembebasan, umat Buddha memiliki tanggung jawab untuk menghindari kemalangannya sendiri. Pembahasan kemalangan dapat dilakukan dengan melakukan usaha dan pemahaman akan langkah apa yang sebaiknya dilakukan. Moralitas yang diajarkan oleh agama Buddha mencakup menghindari kejahatan, menyucikan pikiran dan melakukan hal-hal yang baik. Kemoralan umat Buddha tertuang di dalam lima sila. Kelima sila kemoralan umat Buddha memiliki arti yang sangat penting. Berikut ini merupakan arti yang tertuang di dalam lima sila kemoralan agama Buddha:

  1. Bertekat melatih diri untuk menghindari aksi pembunuhan terhadap makhluk hidup.
  2. Bertekat melatih diri untuk menghindari barang-barang curian.
  3. Bertekat melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan asusila.
  4. Melatih diri untuk tidak melakukan perkataan bohong atau dusta.
  5. Bertekat melatih diri untuk menghindari beragam jenis makanan dan minuman yang menyebabkan kesadaran diri melemah.
Agama Buddha Tidak Pernah Memaksa Siapapun untuk Mengikuti Ajarannya

Agama Buddha Tidak Pernah Memaksa Siapapun untuk Mengikuti Ajarannya

Penganut ajaran agama Buddha memang tidak banyak di Asia, karena ajaran agama Buddha tidak pernah memaksa seseorang untuk berpindah agama dan mencela agama yang sebelumnya dianut. Ajaran agama Buddha hanya ingin membagikan ilmu yang didapatkannya untuk membantu seseorang yang merasa tidak bahagia dan selalu merasakan duka. Karena ajaran agama Buddha sudah dari dulu diciptakan untuk menemuka sebuah kebahagian. Walaupun tidak banyak penganut ajaran agama Buddha, namun ajaran agama ini cukup dikenal sebagian besar penduduk di Asia dan juga diakui keberadaannya. Tempat untuk ajaran agama Buddha juga sudah disediakan di sebagian daerah Asia untuk menghormati ajaran agama Buddha, sebagai salah satu agama yang diakui di Asia.

Sebagai salah satu ajaran agama yang diakui di dunia, ajaran agama Buddha juga berperan penting di dalam institusi pendidikan di Asia terutama di Indonesia. Walau di Indonesia mayoritas adalah muslim, namun tak membedakan agama maupun ras. Bahkan di Indonesia juga sudah membuat peraturan yang di setujui oleh para mentri agama, tentang pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia. Ajaran agama Buddha di Indonesia memang tak terlalu menonjol dalam institusi maupun yang lain. Namun ajaran agama Buddha selalu bisa membantu untuk menemukan jalan dengan pengetahuan yang dipelajarinya. Seorang perwira TNI pernah berpindah memeluk ajaran agama Buddha hingga menjadi seorang pendeta, namun sang perwira tak mengikut sertakan anak dan istrinya. Ini menunjukkan bahwa ajaran agama Buddha tak pernah memaksa orang untuk meninggalkan agamanya dan berpaling padanya

Selain itu ajaran agama Buddha yang masuk dalam lembaga dan menjelis sebagai perwakilan umat agama Buddha yang lain memiliki tujuan yang ingin diwujudkan diantaranya adalah menjalankan kegiatan yang ada di dalam ajaran Buddha. Misalnya membentuk pembinaan ajaran agama Buddha, melakukan kegiatan ajaran agama Buddha dan masih banyak yang lainya. Selain itu juga untuk melakukan kegiatan social, seperti memberika sebuah pengajaran di sebuah sekolah baik TK, SD, SMP, SMA ataupun SMK. Walaupun bukan pelajaran agama, seperti IPA, IPS, Bahasa ataupun Matematika.

Dharmacakra

Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia Mengenai Jalan Mulia Unsur Delapan

Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia Mengenai Jalan Mulia Unsur Delapan – Buddha adalah agama besar nomor empat di dunia dan dipeluk lebih dari 250.000.000 pemeluk agama yang tersebar di dunia. Di dalam ajarannya, agama Buddha menuntun para pemeluknya untuk melakukan hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk. Agama Buddha sendiri lahir sejak abad ke 6 dan tersebar merata di kawasan Asia. Karma Kagyu merupakan mazhab agama Buddha yang diajarkan kepada pemeluknya di Asia dan dunia. Sebagai pemimpin ajaran Karma Kagyu, Gyalwa Karmapa memiliki peran di dalam menuntun para pemeluk agama. Gyalwa Karmapa akan mengajarkan Dharmacakra atau unsur delapan dan empat kebenaran mulia kepada pemeluk agama. Setiap ajaran yang diberikan Gyalwa Karmapa kepada pemeluknya di Asia dan dunia, delapan unsur jalan mulia dan kebenaran mulia tidak pernah dilewatkan

Dharmacakra dan kebenaran mulia merupakan doktrin ajaran Buddha yang diajarkan kepada para pemeluknya yang ada di dunia dan asia. Doktrin-doktrin tersebut merupakan panduan hidup manusia ketika berada di dunia sehingga tidak terus-terusan berada pada siklus kematian dan kelahiran. Kebenaran mulia sendiri juga dikenal dengan sebutan kebenaran Ariya. Kebenaran mulia merupakan aspek penting yang dimiliki oleh agama Buddha. Untuk mengetahui akan kebenaran mulia atau kebenaran Ariya, simak penjelasan di bawah ini:

  • Kebenaran Ariya mengenai Dukka
    Dukka memiliki arti penderitaan, beban dan ketidakpuasan. Dukka sendiri terdiri dari lima jenis penderitaan, yakni kelahiran, kematian, umur yang tua, ketidakmampuan dalam meraih keinginan dan tidak dapat bersatu dengan orang-orang yang dikasihi.
  • Kebenaran mulia mengenai asal Dukka
    Setiap penderitaan dapat timbul akibat adanya sebab. Sebab atau samudaya sebuah penderitaan adalah nafsu yang dimiliki oleh manusia. Manusia layaknya narkoba yang membuat manusia merasa ketagihan untuk terus-menerus melakukan hal-hal yang didasari oleh nafsu.
  • Kebenaran mulia mengenai terhentinya Dukka
jalan mulia unsur delapan
  • Kebenaran mulia mengenai jalan menghentikan Dukka
    Sesuai dengan penjelasan di atas, jalan mulia unsur delapan merupakan doktrin lainnya yang dikenalkan oleh para pemuka agama Buddha. Kedelapan unsur jalan mulia tersebut juga menjadi salah satu ajaran yang ada pada Karma Kagyu. Untuk mengetahui akan jalan mulia unsur delapan tersebut, simak ulasannya di bawah ini:
  1. Pengertian benar
    Merupakan pengetahuan yang dilengkapi dengan penembusan atas empat kebenaran mulia, hukum karma, hukum Tilakkhana dan hukum Paticca Samuppada.
  2. Pikiran benar : Pikiran yang terbebas dari nafsu, rasa benci dan bebas terhadap kekejaman.
  3. Ucapan benar : Usaha menahan diri agar tidak berbohong, mengucap kata-kata yang kasar, memfitnah dan menggunjingkan orang lain.
  4. Perbuatan benar
  5. Penghidupan benar
  6. Usaha benar
  7. Perhatian benar
  8. Konsentrasi benar : Memusatkan pikiran akan objek dengan tepat sehingga batin dapat mencapai keadaan yang tinggi dan mendalam.