Kanon Pāli Merupakan Nashkah Utama Dalam Buddhis Theravada

Kanon Pāli Merupakan Nashkah Utama Dalam Buddhis Theravada – Kanon Pāli merupakan koleksi naskah- naskah penting dalam adat- istiadat Buddhis Theravada, yang tersembunyi dalam bahasa Pāli. Berkas ini ialah salah satunya kanon yang sedang ada semenjak golongan dini Buddhis, serta ialah perihal awal yang sudah ditulis.

Kanon Pāli Merupakan Nashkah Utama Dalam Buddhis Theravada

kagyu-asia.com – Berkas ini disusun di India Utara, dipertahankan dengan cara perkataan sampai dipercayakan buat ditulis sepanjang Konferensi Agung Keempat yang berjalan di Sri Lanka pada tahun 29 Kristen, kurang lebih 4 dupa serta 5 puluh 4 tahun sehabis kematian Sākyamuni. Awal kali dicetak pada era ke 9 simpati.

Kanon Pāli dipecah jadi 3 jenis biasa, yang lazim diucap pitaka (Pāli piṭaka, yang berarti” bakul”. Oleh karena itu, kanon biasanya diketahui pula dengan gelar Tipiṭaka (Sanskerta: Tripiṭaka;” 3 bakul”). Ketiga bakul itu merupakan:

  1. Vinaya Pitaka(” Bakul Patuh”), menarangkan peraturan buat para bhikkhu serta bhikkhuni.
  2. Sutta Pitaka( Sutra/ Bakul Percakapan), khotbah, beberapa berasal dari Buddha serta sebagian dari para pengikut loyal Buddha.
  3. Abhidhamma Pitaka, ditafsirkan beraneka ragam selaku filosofi, ilmu jiwa, filsafat, dan lain- lain.

Vinaya Pitaka serta Sutta Pitaka amat mendekati dengan karya- karya dari Golongan dini Buddhis yang lain. Hendak namun, Abhidhamma Pitaka mengarah pada berkas dari Buddhis Theravada, serta mempunyai sedikit kecocokan dengan karya- karya Abhidhamma oleh golongan Buddhis yang lain.

Kanon dalam tradisi

Pada awal mulanya, Kanon ditafsirkan oleh Buddhis Theravada selaku Percakapan si Buddha( Buddhavacana), walaupun perihal ini bukan sekedar tertuju pada arti harafiah, terlebih perihal ini melingkupi anutan yang dicoba oleh para pengikutnya.

Baca Juga : Biografi Tentang Yaśodharā Yang Begitu Cantik

Pemahaman biasa Theravādin( Mahavihāra) hal Kanon Pali diserahkan dalam sekumpulan pendapat yang melingkupi nyaris semua Kanon, dikumpulkan oleh Buddhaghosa( dekat era ke- 4- ke- 5 Kristen) serta para bhikkhu setelahnya, spesialnya bersumber pada pada karya- karya lebih dini yang saat ini sudah musnah.

Subkomentar( pendapat hendak pendapat) dituliskan setelahnya, membagikan pendapat hendak Kanon serta komentarnya. Pemahaman Theravada dihimpun dalam Vishuddhimagga yang terbuat oleh Buddhaghosa.

Opini sah yang diserahkan oleh ahli ucapan Badan Latihan Buddha dari Myanmar: Kanon berisikan seluruh suatu yang diperlukan buat membuktikan jalur mengarah nibbāna;

pendapat serta sub- komentar sering- kali memiliki banyak kasus hipotetis, namun senantiasa pada pengajarannya serta kerap kali membagikan deskripsi yang mencerahkan. Di Sri Lanka serta Thailand, Buddhisme” sah” beberapa besar mengadopsi pemahaman dari pelajar- pelajar bumi barat.

Walaupun Kanon sudah terdapat dalam wujud catatan sepanjang 2 milenium, watak perkataan awal mulanya sedang belum dibiarkan pada aplikasi Buddhis dalam lingkup adat- istiadat: penghafalan serta resitasi jadi perihal yang alami.

Dokumen yang sangat kerap dibaca merupakan Paritta. Apalagi pemeluk biasa umumnya sangat tidak mengingat sebagian dokumen pendek serta membacanya dengan tertib; perihal ini dikira selaku wujud khalwat, sangat tidak apabila beliau paham arti sebetulnya.

Bhikkhu/ Bhikkhuni pasti diharapkan buat mengenali lebih banyak( amati Dhammapada dibawah selaku ilustrasi). Seseorang bhikkhu Myanmar bernama Vicittasara apalagi berlatih menghafalkan semua Kanon buat Konferensi agung keenam( bagi kalkulasi Theravada). Mendeklamasikannya dalam bahasa Pali selaku bahasa ritual.

Ikatan antara naskah- naskah serta agama Buddha begitu juga keberadaannya antara bhikkhu serta pengikut biasa, semacam dengan mayoritas adat- istiadat agama yang lain, merupakan problematikal: bukti- bukti menganjurkan kalau beberapa dari

Kanon saja yang sempat dinikmati oleh area besar, serta kalau karya- karya non- Kanon dipakai lebih besar lagi; penjelasan beraneka ragam dari satu tempat dengan yang lain. Dokter. Rupert Gethin menganjurkan kalau semua asal usul Buddhis bisa diamati selaku suatu akibat penerapan dari naskah- naskah dini.

Isi Kanon

Begitu juga dipaparkan di atas, Kanon berisikan 3 pitaka.

  1. Vinaya Pitaka( vinayapiṭaka)
  2. Sutta Pitaka ataupun Suttanta Pitaka
  3. Abhidhamma Pitaka

Penjelasan lebih lanjut diserahkan dibawah. Buat data lebih komplit, amati rujukan standari kesusastraan Pali.

Vinaya Pitaka

Jenis awal, Vinaya Pitaka, mengarah lebih memiliki peraturan- peraturan sangha, buat bhikkhu serta bhikkhuni. Peraturan ini didahului dengan narasi- narasi gimana Buddha mengakulasi mereka, serta diiringi dengan uraian serta analisa.

Baca Juga : Agama dan Pendidikan di Seluruh Dunia

Bagi narasi, peraturan- peraturan ini didesain dengan cara bonus kala Buddha mendapati kasus sikap ataupun bentrokan antara para pengikutnya. Pitaka ini bisa dipecah jadi 3 bagian:

  • Suttavibhanga(- vibhaṅga) Pendapat hendak Patimokkha, suatu peraturan pokok untuk bhikkhu serta bhikkhu yang tidak dengan cara langsung tercakup dalam Kanon. Peraturan buat bhikkhu dikemukakan di dini, diiringi dengan peraturan buat para bhikkhuni apabila belum dicantumkan tadinya.
  • Khandhaka Peraturan lain yang dikelompokkan bersumber pada poin dalam 22 ayat.
  • Parivara( parivāra) Analisa hal peraturan- peraturan dari bermacam ujung penglihatan.

Sutta Pitaka

Jenis kedua merupakan Sutta Pitaka( dengan cara harafiah berarti” bakul rentengan”, ataupun” perkataan bagus”; Sanskerta: Sutra Pitaka, menjajaki maksud tadinya) yang biasanya berisikan pengajaran Buddha. Sutta Pitaka mempunyai 5 bagian, ataupun nikaya:

  • Digha Nikaya( dīghanikāya) 34 khotbah jauh. Joy Manné beranggapan kalau novel ini dengan cara spesial tertuju mengajak berpindah keyakinan, dengan jumlah diskusi yang banyak serta modul dedikasi.
  • Majjhima Nikaya 152 khotbah ukuran- sedang. Manné beranggapan kalau novel ini spesialnya tertuju buat membagikan dasar yang kokoh dalam pengajaran pada para pengikut terkini, dengan jumlah ceramah serta diskusi yang banyak.
  • Samyutta Nikaya( saṃyutta-) Ribuan khotbah pendek yang dikelompokkan jadi limapuluhan golongan bersumber pada subyek, figur dan lain- lain. Bhikkhu Bodhi, dalam terjemahannya, berkata kalau nikaya ini mempunyai uraian yang lebih mendetail hendak ajaran- ajaran.
  • Anguttara Nikaya( aṅguttara-) ribuan khotbah pendek yang disusun bagi no dari satu sampai no sebelas. Berkas ini mempunyai pengajaran yang lebih pokok buat warga biasa dibanding dengan ketiga buku tadinya.
  • Khuddaka Nikaya Berkas buatan yang lain dalam wujud karangan bebas ataupun ayat- ayat.

Abhidhamma Pitaka

Jenis ketiga, Abhidhamma Pitaka (dengan cara harafiah berarti” melewati dhamma”,” dhamma paling tinggi” ataupun” dhamma spesial”, Sanskerta: Abhidharma Pitaka), merupakan sekumpulan dokumen yang membeirkan uraian filosofi sistematik hendak alam benak, kasus serta durasi. Abhidhamma Pitaka mempunyai 7 novel:

  • Dhammasangani (saṅgaṇi ataupun- saṅgaṇī) Catatan, uraian serta pengelompokan hal dhamma
  • Vibhanga (vibhaṅga) Analisa hendak 18 poin dengan beraneka ragam tata cara, tercantum didalamnya Dhammasangani
  • Dhatukatha (dhātukathā) Akan Menguraikan ikatan dampingi 2 novel sebelumnya
  • Puggalapannatti (paññatti) Uraian Yang hendak jenis orang, disusun bersumber pada no mulai dari satu- an sampai sepuluh- an
  • Kathavatthu (kathā-) mempunyai lebih dari 200 diskusi hal point- point pengajaran
  • Yamaka Diperuntukkan pada 10 poin hendak suatu metode hal persoalan perkataan (semacam apakah X merupakan Y? Apakah Y merupakan X?)

Patthana (paṭṭhāna) Analisa hal 24 tipe kondisi

Pada peran dini melaporkan kalau abhidhamma merujuk pada pengajaran telak, sebaliknya sutta diadaptasikan pada para pemirsa. Beberapa besar siswa melukiskan abhidhamma selaku sesuatu upaya buat mengatus pengajaran hendak sutta- sutta: Harvey, Gethin.

Cousins berkata pada saat sutta berasumsi dalam wujud antrean ataupun cara, abhidhamma berasumsi dalam wujud insiden ataupun kondisi yang lebih nyata. oleh Anney tesloyn

By gaykuesiac
No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.