Karma Kagyu Yang Wajib Diketahui Di Seluruh Asia – Di benua Asia, agama sangat beragam, baik itu Islam, Budha, Hindu, Kristen, dan Konghucu. Di setiap negara warganya bebas memeluk agama mereka sendiri. Agamanya juga mengajari kita sebagai manusia untuk berbuat baik dan positif serta menjauhi larangannya. Setiap agama pasti memiliki tujuan baik bagi pemeluknya dan juga memiliki pedoman dari agamanya.

Dalam agama Buddha kita melakukan hal-hal yang baik dan positif, ini sudah tercermin dalam praktik kitab suci Buddha. Gyalwa Karmapa adalah seorang pendeta atau biksu yang memimpin pemujaan dalam agama Buddha. Selain itu Karmapa ini juga memberikan pencerahan dan penjelasan bagi umat Buddha ini agar kita senantiasa melakukan hal-hal yang baik dan positif. Gyalwa Karmapa atau juga dikenal sebagai Karmapa adalah pemimpin besar Karma Kagyu dalam Buddhisme di Tibet. Karmapa atau Gyalwa Karmapa juga dikenal sebagai biksu. Biksu ini adalah seorang guru agama Buddha.

Kamtsang atau biasa juga disebut dengan karma Kagyu merupakan salah satu mazhab besar yang ada di Agama Buddha di Tibet. Mahzab besar ini mengajarkan karma Kagyu Agama Buddha di Tibet. Kagyu merupakan sebuah kitab suci agama Buddha yang dianutnya. Kitab suci ini yaitu kitab suci Sidharta Gautama. Makna dari kitab ini yaitu kata kata yang terdapat di dalam sebuah kitab suci Sidharta Gautama ini memiliki wawasan dari guru guru terdahulu serta kitab suci ini merupakan arti harfiah yang memiliki garis keturunan. Makna ini merupakan kata kata yang berada di kitab suci Sidharta Gautama yang di awali dengan terbentuknya kitab ini. Perilaku perilaku yang diajarkan terjadi secara turun menurun melalui mulut dan telinga serta tak lupa harus dipraktekkan.

Agama Buddha di Asian ini menyebar dengan luas, sehingga di Asia tak heran banyak pendidikan yang mengajarkan agama ini mengingat agama merupakan sebuah pondasi sesorang selama hidupnya. Pendidikan agama Buddha di Asia ini ditujukan agar manusia senantiasa dalam lindungan dan mempunyai tujuan hidup yang berkualitas bagi masyarakatnya. Pendidikan yang diajarkan juga bersifat formal, informal, dan non formal.

Di Indonesia agama Buddha memiliki organisasinya tersendiri. Hal ini bertujuan untuk mengkoordinasi seluruh umat yang beragama Budhha dalam satu kepemimpinan. Lembaga maupun organisasi ini merupakan tempat atau wadah umat Buddha. Tidak hanya agama Buddha ini yang mempunyai lembaga, melainkan di Indonesia dari masing masing agamanya memiliki organisasi. Hal ini ada dikarenakan negara Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki beragam agama. Semua lembaga ini bersatu agar tidak terjadinya kesalah pahaman antar agama. Lembaga ini juga bertujuan agar para umatnya tidak bentrok satu sama lain.

Di Jepang agama Budhha juga memiliki kenaungannya tersendiri, karena masyarakat di Jepang juga menganut agama Buddha ini. Para lembaga di jepang ini bekerja dengan secara sukarela, para anggotanya berbagi tanggung jawab dalam melakukan meditasi, mengajarkan agama Buddha, dan memberikan penjelasan mengenai pertanyaan yang diberikan umat Buddha. Tentunya penjelasan yang dibuat ini sesuai dengan kitab agama Buddha yang dianutnya. Meditasi ini bertujuan agar masyarakat agama Buddha yang mengalami kesulitan dapat menenangkan pikirannya dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta. Meditasi ini dilakukan agar dirinya menjadi lebih berkualitas dan memiliki rasa sabar.