Mengenal lebih Dekat Dengan Shangpa Kagyu

Mengenal lebih Dekat Dengan Shangpa Kagyu – The Shangpa Kagyu diketahui selaku” garis generasi rahasia” dari Kagyu sekolah Vajrayana ataupun Buddhisme Tibet serta berlainan dalam asal dari sekolah Dagpo Kagyu yang lebih diketahui.

Mengenal lebih Dekat Dengan Shangpa Kagyu

kagyu-asia.com – Dagpo Kagyu merupakan garis generasi Tilopa lewat muridnya Naropa, kerap dilacak lewat anak didik populer Naropa Marpa lotsawa serta dengan begitu diucap” Marpa Kagyu”, sebaliknya garis generasi Shangpa diturunkan dari anak didik Tilopa, Niguma, yang ialah kerabat wanita Naropa, dan dari anutan Sukhasiddhi.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Dengan Buddhisme Tibet

Pendirinya merupakan Khyungpo Naljor, anak didik dari kedua perempuan itu, yang biaranya di Ngarai Shang membagikan namanya pada adat- istiadat itu. Shangpa dharmapala yang penting merupakan Mahākāla berlengan 6. Adat- istiadat Shangpa direvitalisasi pada era ke- 20 oleh Kalu Rinpoche awal, yang mempunyai banyak anak didik bagus di Tibet ataupun di Barat.

Asal

Aluran Shangpa Kagyu dibuat oleh kaum cerdik cendekia Tibet era kesebelas Khyungpo Naljor. Berupaya tingkatkan pemahamannya mengenai anutan yang ia dapat di Tibet, ia berangkat ke India, di mana ia berjumpa dengan yogini kebatinan perempuan, Niguma.( Vajradhara Niguma merupakan julukan komplit Tibet dari yogini India Vimalashri.

Ia menyambut banyak anutan darinya; spesialnya, anutan adat- istiadat spesial Mahamudra serta 6 Konsentrasi Niguma, yang seragam namun tidak serupa sama dengan 6 Dharma Naropa Khyungpo Naljor merupakan seseorang pendeta Tibet serta Bonpodan anak didik Niguma yang sangat populer. Ia merupakan salah satunya pada siapa ia mengantarkan ajarannya yang sangat rahasia. Beliau pula berjumpa serta berlatih dengan dakini Sukhasiddhi, mistikus wanita lain serta anak didik mahasiddha Virūpa, dan Vajrāsana, Maitripada, Rāhula, serta lain- lain.

Thang Tong Gyalpo merupakan pendeta populer yang lain yang diinstruksikan oleh Niguma dalam suatu pandangan. Ia mengawali adat- istiadat keagamaannya sendiri( Wylie: thang lugs) dalam aluran Shangpa Kagyu. Sekembalinya ke Tibet, Khyungpo Naljor mendirikan suatu asrama di Shang di Tsang. Ini merupakan bangku kuncinya, serta ia diketahui selaku Lama Shang.

Walaupun beliau populer sudah mendirikan ratusan asrama serta mempunyai ribuan anak didik, beliau cuma mengantarkan anutan Niguma pada salah satu siswanya, Mochok Rinchen Tsondru. Aluran Shangpa kerap diucap selaku” aluran rahasia” sebab Niguma memerintahkan Khyungpo Neljor buat mengantarkan anutan cuma pada satu anak didik sepanjang 7 angkatan awal yang diawali dengan Vajradhara serta Niguma.

Dari Mochok Rinchen Tsondru, garis generasi diteruskan ke Kyergang Chokyi Senge, Nyenton Rigung Chokyi Sherab, serta Songjay Tenpa Tsondru Senge. 7 anutan awal ini diketahui selaku 7 Adiratna Agung dari adat- istiadat Shangpa. Songjay Tenpa merupakan guru awal yang membagikan instruksi ini pada lebih dari satu muridnya, serta semenjak dikala itu, sebagian rute transmisi yang berlainan bertumbuh. Hasrat buat melindungi rahasia aluran dengan metode ini merupakan buat melindunginya dari jadi adat- istiadat monastik yang mapan. Selaku salah satu adat- istiadat yang lebih esoteris, itu dimaksudkan buat dipraktikkan dari dikodifikasi.

Walaupun anutan Shangpa amat dihormati serta diasimilasi oleh banyak gerakan, adat- istiadat itu sendiri tidak terdapat lagi selaku gerakan bebas dengan bubarnya Jonangpa pada era ke- 17. Tetapi, ajarannya sedang dipraktikkan serta dikirimkan. Pada era ke- 19 Jamgon Kongtrul mengakulasi transmisi- transmisi yang sedang terdapat serta membenarkan kesinambungan hidup mereka dengan memasukkannya ke dalam Treasury of Key Instructions- nya.

Transmisi garis generasi pula sudah dimasukkan ke dalam gerakan Sakya serta gerakan Kagyu yang lain. Je Tsongkhapa, yang mendirikan gerakan Gelug, pula profesional dalam ajaran Shangpa Kagyu.

Pemegang garis generasi modern

Di barat, guru penting dari aluran Shangpa Kagyu merupakan Kalu Rinpoche awal. Ia menyambut anutan aluran pada dini 1940- an kala ia berangkat buat penataran pembibitan di Asrama Tsa Tsa di Tibet Timur. Ia belajar dengan Kepala Asrama, Tsa Tsa Drubgen ke- 8, Yizhin Norbu, pula diucap Karma Singhe serta Ahli Kekuasaan Putih. Bupati Karma Kagyu Tai Situpa melukiskan Yizhin Norbu selaku“ salah satu ahli Kagyu yang sangat berpendidikan serta berprestasi yang saat ini hidup.”

Di situ, Kalu Rinpoche menyambut daur komplit anutan Shangpa sepanjang retret tertutup. Asrama Tsa Tsa pula ialah Pusat Dakpo Kagyu penting serta melestarikan aksi Rimé. Tsa Tsa Drubgen Yizhin Norbu tewas pada medio Juni 2005. Adat- istiadat Shangpa dikala ini dipegang oleh bupati serta penerusnya Gyalten Thongwa Rangdrol kedua.

Sehabis Kalu Rinpoche awal tewas, muridnya Bokar Tulku Rinpoche jadi pemegang aluran penting. Sehabis Bokar Tulku Rinpoche tewas, Yangsi Kalu, seseorang tulku belia yang menuntaskan retret 3 tahun Shangpa pada bulan September 2008, jadi pemegang tahta garis generasi( asrama Sonada di India utara). Pemegang aluran Shangpa yang lain dikala ini merupakan para lama yang sudah dipercayakan oleh

Baca Juga : Pengetahuan Mengenai Islamic Museum of Australia (IMA)

Vajradhara Kalu Rangjung Künchab, misalnya Norla Rinpoche, Denys Rinpoche, dan Ven Mogchok Rinpoche yang dikala ini bermukim serta membimbing di Prancis. Catatan pakar waris kontemporer Kalu Rangjung Kunchab ada di Web website Pusat Pangkal Energi Shangpa Wangchen Rinpoche merupakan pemegang aluran dikala ini, yang diakui oleh Dorje Chang Kalu Rinpoche selaku“ Kalu yang Belia”, kawan meditasinya di Tibet.

Praktek serta doktrin

Terdapat banyak anutan istimewa dalam adat- istiadat Shangpa, namun yang sangat berarti merupakan” 5 Anutan Kencana”, pula diucap 5 Ajaran Kencana Shangpa( Wylie: shangs pa gser chos lnga), segerombol anutan yang dicerminkan membuat tumbuhan:

  • Anutan terdalam merupakan” 6 Konsentrasi Niguma” ataupun lebih pas diucap” 6 Dharma Niguma”( Wylie: obat ni gui chos yang amat mendekati dengan 6 Konsentrasi Naropa yang dipraktikkan oleh gerakan Dagpo. 6 Dharma dari Niguma melingkupi anutan mengenai panas, badan khayalan, kondisi mimpi, kejelasan belaka, pemindahan, serta bardo( kondisi perantara antara kematian serta kelahiran)
  • Kadar selanjutnya mencakup” Adat- istiadat Liontin Mahamudra” yang mencampurkan anutan mahamudra Niguma, Maitripa, serta Sukhasiddhi.
  • Anutan mengenai 3 tata cara bawa uraian seorang dari khalwat ke dalam kegiatan tiap hari.
  • Praktek pengembangan serta penanganan dengan dakini putih serta merah.
  • Anutan mengenai watak tanpa kematian dari benak serta badan.
By gaykuesiac
No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.