kagyu-asiaPersebaran Agama Budha di Era Klasik dan Modern. Diawali beratus- ratus tahun yang kemudian, sebagian Agama- agama di bumi beranjak searah dengan perkembangan serta menabur dari barat ke timur di sejauh rute rute Eropa- Asia yang diketahui dengan julukan Rute Sutera.

Buddha, Kristen, serta Islam merupakan Agama penting yang dibawa serta dikomunikasikan oleh orang dagang serta pendakwah yang tercampur dalam orang dagang itu. Selaku suatu komunitas berkeyakinan yang berkembang di Asia, kesinambungan kehadiran mereka ditentukan dengan terdapatnya sokongan kecocokan pemikiran dari sesama orang dagang.

Oleh sebab itu, bertumbuhnya kehidupan berkeyakinan para orang dagang tergantung pada satu perihal, ilham dasar perkembangan Agama di bumi tidak bisa dipisahkan dari terhubungnya kegiatan perdagangan jarak jauh.

Rute sutera terletak di pinggir selatan padang rumput eurasia, tempat dimana padang tandus berjumpa dengan pegunungan serta gerakan bengawan kecil yang sediakan keinginan air.

Baca Juga : Tradisi Popular, Buddhisme Theravada dan Negara

Di sejauh alam peralihan ilmu lingkungan inilah warga pindah serta bertempat bermukim, apalagi mendirikan Oasis- oasis, tempat para orang dagang serta turis istirahat, memuat kembali peralatannya, serta berbisnis.

Julukan Rute Sutera berawal dari kemudian rute ekspedisi Sutera Tiongkok dari Timur ke barat, yang mana amat terkenal di wilayah Imperium Romawi. Imbalannnya, orang dagang bawa kencana, perak, serta wol kembali ke Tiongkok.

Kepingan Sutera yang ditemui di kuburan- kuburan Mesir kuno, yang berawal dari Tahun 1000 SM, merupakan salah satu fakta terdapatnya kemudian rute ini. Walaupun sedemikian itu, akademisi yakin kalau rute itu telah aktif berabad tadinya.

Bangsa Persia dipercayai berfungsi berarti mengantarkan benda itu dalam jarak yang jauh semacam itu. Pada era kemudian, Agama bukanlah jadi bagian penting dari kewajiban seseorang pendakwah.

Kehidupan berkeyakinan, dengan cara biasa ditatap selaku suatu kultur, tidaklah suatu bukti umum yang wajib dianut. Ilustrasinya, Agama orang Iran serta orang Israel yang menabur lumayan besar diseantero bumi dulu sekali, hendak namun kala warga Iran serta Israel berbisnis, mereka hendak mengatakan akibat Agama tiap- tiap selaku suatu buah pikiran asing yang menarik, dibandingkan dengan bukti kebatinan penting yang mana keamanan tergantung padanya.

Diabad ke- 4 SM, suatu keyakinan terkini sudah bersumber di India, berlainan dengan keyakinan tadinya, yang menawarkan jalur terbuka serta umum pada keamanan. Buddhisme merupakan keyakinan awal yang berupaya buat mengkonversi warga, serta pendakwah berjalan buat memberitahukan catatan Agama mereka.

Meluasnya Buddhisme berkaitan langsung dengan perdagangan jarak jauh. Buat para pendakwah, serta pula buat yang yang lain, salah satunya metode buat dapat bertahan dalam mengalami ancaman serta kesusahan ekspedisi merupakan turut dengan karavan- karavan orang dagang. Dalam banyak karena, pendakwah merupakan orang dagang itu sendiri.

Hikayat Theravada(salah satu agen Buddhisme) yang ialah salah satu dari dua orang dagang yang melaksanakan ekspedisi dari Asia Tengah berhadapan dengan Buddha sendiri ketika

dalam ekspedisi ke India. Mereka kagum hendak anutan Buddha, serta kembali ketempat asal buat mendirikan kuil Buddha awal disepanjang Rute Sutera di Bactria( Balkh, saat ini Afghanistan Utara).

Walaupun hikayat ini tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya melalui fakta asal usul, tidak susah buat diyakini, sebab diabad- abad berikutnya Bactria jadi suatu pusat Agama Buddha.

Rute Sutera mempunyai akibat besar dari Timur ke Barat, serta sudah dianjurkan kalau Mahayana, salah satu ajaran dalam Agama Buddha, yang berkuasa di Cina, Jepang, serta Tibet, timbul serta bertumbuh tidak di India melainkan di Asia tengah lewat pertemuan dengan cara selalu antara suatu kultur serta buah pikiran.

Banyak bagian dari Mahayana yang menampilkan terdapatnya akibat Iran, semacam soteriologi( keamanan), guna Boddhisatva( seseorang yang membantu yang yang lain mengarah keamanan), serta ketergantungan antara Buddha Amitabha dengan Tuhan.

Berasal dari penaklukkan Asia Tengah serta India oleh Aleksander Agung pada 320 SM, akibat Yunani masuk serta berbaur dengan adat setempat. Representasi seni dari pengikut Buddha agaknya anak dari kultur hellenistik serta kisah- kisah Bangsa Yunani.

Tercantum didalamnya cerita Ganimeda serta dongeng Jaran Troya, yang timbul setelah itu dalam kerangka keyakinan Buddha di India. Dalam pengawasan Angkatan perang Aleksander, orang dagang Yunanilah yang berfungsi selaku alat alterasi adat antara India, Asia Tengah, serta Mediterania.

Pelapor penting anutan Buddhisme ke Tiongkok merupakan banyak orang Iran dari Persia, Bactria, serta Transoxiana. Posisi mereka yang cocok sebab terletak diantara Timur serta Barat membuat mereka jadi warga penengah disepanjang Rute Sutera.

Salah satu golongan yang timbul setelahnya, ialah diketahui dengan julukan Sogdians, mendirikan komunitas di sejauh rute perdagangan dari Iran serta India ke Tiongkok. Buat menguatkan ikatan mereka dengan orang dagang lain, mereka berlatih bahasa lokal setempat serta melaksanakan adat- istiadat setempat kemanapun mereka berangkat.

Kala berhubungan dengan pengikut Buddha, mereka terbuka dalam menyambut kepercayaannya. Kala sudah mengganti diri mereka sendiri jadi pengikut Buddha, mereka setelah itu bawa anutan yang mereka dapat serta mengantarkan anutan terkini mereka ke komunitas Sogdian serta kawan bisnis yang lain hingga jauh ke Timur.

Wujud serta aturan metode inilah yang berfungsi beratus- ratus tahun setelah itu, kala para orang dagang Sogdian berjumpa dengan kepercayaan- kepercayaan lain semacam Kristen, Manichaeisme, serta Islam.

Baca Juga : 2 Bangunan Kesenian Islam di Spanyol Menjadi Warisan Dunia

Pada Masa Klasik Serta Masa Modern

Agama Buddha pada era klasik bertumbuh amat cepat. Walaupun Agama Buddha tidak sempat meningkatkan sesuatu aksi penugasan, anutan Buddha menabur jauh serta besar di subbenua India serta dari situ menabur ke semua Asia.

Di masing- masing adat yang ditemuinya, cara- cara serta gaya- gaya Buddha dicocokkan dengan karakter setempat, tanpa mengganti fundamental berarti mengenai kebijaksanaan serta welas asih.

Tetapi, Agama Buddha tidak sempat meningkatkan jenjang kewenangan Agama dengan seseorang arahan penguasa. Masing- masing negeri yang menyambut anutan Buddha meningkatkan wujudnya sendiri, bentuk Agamanya sendiri, serta arahan rohaninya sendiri.

Arahan yang sangat populer serta dihormati dengan cara global dikala ini merupakan Yang Agung Dalai Lama dari Tibet.

Kita tahu bahwa segerombol orang dagang India yang menganut Buddha ditemui di pantai Semenanjung Arab serta apalagi sampai Alexandria, Mesir. Bentuk- bentuk lain Hinayana menabur dari era itu ke Pakistan era saat ini, Kashmir, Iran timur serta pantai, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, serta Tajikistan.

Seluruh ini merupakan negeri Gandhara, Bactria, Parthia, serta Sogdia pada era kuno. Berasal di Asia Tengah ini, mereka menabur lebih jauh pada era kedua Kristen ke Kyrgyztan serta Kazakhstan.

Bentuk- bentuk Hinayana ini kemudian digabungkan dengan unsur- unsur Mahayana yang pula tiba dari India alhasil Mahayana kesimpulannya jadi wujud Buddha yang berkuasa di beberapa besar Asia Tengah.

Turkistan Timur( Cin. Xinjiang) mempunyai asal usul Agama Buddha yang jauh. Di sejauh sisi- luar selatan Padang pasir Taklamakan, anutan Buddha tiba ke Khotan dari India pada era awal Kristen.

Orang Khotan merupakan orang Iran. Dengan kedatangan Mahayana sebagian era setelah itu di India, Khotan juga jadi pusat Buddha Mahayana. Dekat era awal Kristen, anutan Buddha tiba dari Gandhara( Pakistan) serta Kashmir ke Kashgar, serta pula dari Gandhara, Kashmir, and Khotan ke banyak orang Indo- Eropa di Kroraina, dekat Lop Nor sampai timur Khotan. Pada era ke- 4, Kroraina dibiarkan sampai jadi padang pasir serta beberapa besar masyarakatnya beralih ke Khotan.

Orang Tokharia serta Sisi- Luar Utara Padang pasir Taklamakan di sejauh sisi- luar utara Padang pasir Taklamakan, orang Tokharia bawa anutan Buddha ke Kucha serta Turfan pada era ke- 2 Kristen.

Orang Tokharia ialah generasi Yuezhi, kaum Kaukasia yang berdialog dalam bahasa Indo- Eropa kuno serta ialah kaum Kaukasia yang melaksanakan perpindahan sangat timur.
Bagi sebagian pangkal, segerombol orang Yuezhi sudah beralih ke area yang dikala ini Kazakhstan timur serta kesimpulannya ke area yang dikala ini Afghanistan serta Tajikistan.

Di situ, mereka pula diketahui selaku orang Tokharia serta mempraktikkan gerakan Sarvastivada dari Buddha Hinayana. Orang Tokharia di Kuchda serta Turfan pula menjajaki gerakan Sarvastivada, walaupun beberapa besar kalangan Uighur, orang Turki, tiba dari area Gunung Altai di Tuva, mengarah utara Mongolia Barat, terdapat satu agen generasi kecil yang hidup di Turfan semenjak era ke- 4 serta menjajaki gerakan Buddha Tokharia.

Orang Tiongkok serta Penduduk Sogdiana menaruh gerombolan pengawal di kerajaan- kerajaan oasis ini semenjak era awal S. Meter. sampai era ke- 2 Kristen, tetapi ini saat sebelum kehadiran Agama Buddha di Tiongkok.

Akibat Buddha Tiongkok tiba di abad- abad berikutnya, dibawa oleh orang dagang Tiongkok yang berjalan serta tinggal di sejauh 2 agen Rute Sutera. Orang dagang Buddha Sogdiana dari Uzbekistan pula berdiam di kota- kota oasis ini, paling utama di sejauh rute utara, serta mempengaruhi kemajuan Agama Buddha di situ. Semacam orang Khotan, orang Sogdiana pula ialah orang Iran.

Pada medio era ke- 9, di durasi yang kurang lebih serupa dengan dikala orang Tibet meninggalkan Turkistan Timur sehabis kewenangan Langdarma, beberapa besar agen generasi Altai dari bangsa Uighur, yang sudah menyuruh Mongolia sepanjang satu separuh era tadinya, beralih ke Turfan.

Mereka kehabisan Mongolia dampak bidasan agen generasi Altai dari bangsa Kirgizstan serta, sehabis di Turfan, mendirikan kerajaan Qocho, yang menyuruh semua sisi- luar utara Padang pasir Taklamakan, dari Kucha sampai Hami, serta bagian timur sisi- luar selatan padang pasir itu, dekat Lop Nor.

Orang Uighur Mongolia, begitu juga gelar buat mereka saat ini, meninggalkan Agama Benih( Manikheisme) serta mempraktikkan Agama Buddha dari keluarga Turfan mereka.
Tetapi, beberapa kaum cerdik cendekia yakin kalau saat sebelum mereka meninggalkan Mongolia, segerombol orang Uighur sudah jadi pengikut Buddha, dampak ikatan dengan orang dagang Buddha Sogdiana serta dari sisa akibat orang Turki Buddha yang menyuruh Mongolia tadinya.

Agama Buddha pada era modern kemajuannya tidak semacam pada era klasik. Banyak Negara- negara yang dahulunya ialah wilayah asal bertumbuhnya Agama Buddha. daerah- daerah itu saat ini tidak terdapat lagi pemeluk yang menganut Agama Buddha.

Perihal ini terjalin sebab masuknya Invansi Orang islam serta penyerangan dari kaum- kaum yang menganut keyakinan lain. kita tahu kalau area asal bertumbuhnya Agama Buddha ialah area Asia Tengah tidak lagi bisa ditemui anutan Buddha apalagi peninggalannyapun banyak yang dihancurkan. Perihal ini bisa kita simpulkan kalau Agama Buddha pada era modern ini tidak lagi bertumbuh di wilayah- wilayah itu.