Jalan Mulia Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Jalan Mulia Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia

Jalan Mulia Karma Kagyu Institusi Agama Buddha di Asia – Sebagai aliran agama yang menuntun umatnya untuk melakukan hal-hal baik di dunia, agama Buddha mengajarkan ajaran-ajaran yang dikaitkan dengan kehidupan sang Buddha. Tradisi dan praktik spiritual ajaran agama Buddha merupakan filsafat yang telah ditafsirkan. Melalui seorang guru, pemeluk agama Buddha akan dicerahkan dan dituntun untuk melakukan hal-hal baik dan mengakhiri penderitaan di dunia dengan cara melenyapkan kebodohan, kegelapan batin, keserakahan dan kemarahan atau kebencian. Untuk mengakhiri penderitaan tersebut, pemeluk agama Buddha harus meminimalkan perbuatan yang salah dan melakukan meditasi guna menjaga pikiran agar selalu berada dalam keadaan yang baik dan murni sehingga mampu memahami kondisi jasmani dan rohani. Karma Kagyu merupajan salah satu institusi agama Buddha yang mengajarkan umat Buddha untuk melakukan kebajikan dan menghindari perbuatan tercela. Banyak warga Asia yang menggunakan Karma Kagyu sebagai pedoman untuk hidup.

Karma Kagyu merupakan institusi agama Buddha yang dikenalkan pertama kali di kawasan Tibet. Gyalwa Karmapa merupakan sebutan untuk pemimpin spiritual Karma Kagyu. Sama halnya dengan jenis spiritual lainnya, Karma Kagyu juga mengajarkan kepada pemeluk agama Buddha untuk mematuhi jalan mulia dengan unsur delapan. Jalan mulia ini memiliki unsur sila atau kemoralan, panna atau kebijaksanaan dan samadhi atau konsentrasi. Untuk mengetahui pengelompokan unsur yang ada di jalan mulia, simak ulasan dari di bawah ini:
– Panna atau kebijaksanaan:

1. Pengertian atau pandangan yang benar ( pengetahuan yang dilengkapi dengan penebusan akan hukum tilakkhana, hukum karma, hukum paticca-samuppda dan empat kebenaran mulia ).

2. Pikiran yang benar ( pikiran yang terbebas dari nafsu dunia, kebencian dan kekejaman ).
– Sila atau perilaku yang etis:

1. Ucapan yang benar ( tidak berbohong, berbicara kasar, memfitnah dan menggunjingkan orang lain ).

2. Perbuatan yang benar ( tidak melakukan pencurian, pembunuhan dan tindakan asusila ).

3. Pencaharian atau penghidupan yang benar ( menghindari diri dari mata pencaharian yang dapat menyebabkan kerugian ).

– Samadhi

1. Daya upaya yang benar ( tindakan yang mencegah kejahatan dan menghancurkan kejahatan yang ada ).

2. Perhatian yang benar ( perhatian yang dapat diwujudkan terhadap jasmani, perasaan, pikiran dan mental atau batin ).

3. Konsentrasi yang benar ( memusatkan pikiran terhadap objek tertentu ).

Meskipun agama Buddha memiliki aliran yang berbeda-beda, setiap aliran mengajarkan kepada pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang baik dan terpuji. Dari Karma Kagyu, kita dapat melihat bahwa ajaran Buddha berusaha menuntun para pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang baik di dunia sehingga tidak tersesat di dalam kehidupannya. Selama pemeluk agama menjalankan hal-hal yang baik dan menjauhkan diri dari hal-hal yang buruk, kehidupan manusia akan berjalan dengan semestinya.

By gaykuesiac
No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.